Financial Market Update
*Poin of Interest:*
• *Menurut strategis UBS Group AG, kombinasi dari pertumbuhan PDB AS yang kuat dan inflasi yang tinggi meningkatkan kemungkinan Fed untuk menaikkan suku bunga dibandingkan memangkasnya*, sehingga mendorong Fed Funds Rate (FFR) ke level 6,5% pada tahun depan. UBS sekarang melihat kemungkinan besar bahwa inflasi AS gagal mencapai target Fed sebesar 2%.
• *Tingkat inflasi Inggris turun menjadi 3.2% YoY pada Maret 2024 dari 3.4% YoY pada Februari 2024*, namun tetap sedikit di atas ekspektasi konsensus sebesar 3.1% YoY. Ini merupakan level terendahnya sejak September 2021, terutama didorong oleh penurunan inflasi pangan.
• *Lembaga pemeringkat Moody's kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada Baa2* dengan prospek stabil, satu tingkat di atas investment grade. Peringkat tersebut merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek perekonomian Indonesia yang positif dalam jangka menengah.
• *Penjualan ritel di Indonesia meningkat sebesar 6,4% YoY pada Februari 2024*, meningkat signifikan dari 1,1% YoY pada Januari 2024. Ini merupakan pertumbuhan penjualan ritel selama 9-bulan secara berturut-turut, seiring dengan percepatan belanja selama pemilu dan menjelang bulan puasa Ramadhan.
• *IHSG ditutup menguat 0,50% atau 36 poin pada level 7.166,81*.
• *Rupiah ditutup menguat 0,28% atau Rp45 pada level Rp16.175/USD*, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp16.220/USD.
• *Pasar Bonds hari ini bergerak menguat* namun dengan aktivitas market yang terbatas dibandingkan dengan hari sebelumnya. Market masih wait and see supply SBN dari lelang minggu depan.
• *Total Kepemilikan asing turun IDR 807,31T (14,14% dari total outstanding) per 4 Apr 24* dari IDR 809,39T per 3 Apr 24. Total outstanding IDR 5.708,97T.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP