Financial Market Update

Point of Interest:

 

Indeks dolar terdepresiasi lebih lanjut ke level 103,6, setelah PMI sektor jasa versi ISM dan pesanan pabrik di AS turun lebih dari yang diperkiraan, memberikan sinyal kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi di AS dan memperkuat alasan bagi Fed untuk memangkas suku bunganya pada tahun ini.

 

PMI sektor jasa versi ISM turun ke level 52,6 pada Februari 2024 dari level 53,4 pada Januari 2024 dan di bawah ekspektasi konsensus sebesar 53,0. Mayoritas penyedia layanan mempunyai pandangan positif terhadap kondisi bisnis namun tetap khawatir terhadap inflasi, lapangan kerja, dan konflik geopolitik yang sedang berlangsung.

 

Pesanan baru untuk barang-barang manufaktur AS turun sebesar 3,6% MoM pada Januari 2024, menyusul penurunan sebesar 0,3% MoM pada Desember 2023, dan dibandingkan dengan ekspektasi konsensus yaitu penurunan sebesar 2,9% MoM. Ini merupakan penurunan paling signifikan sejak April 2020.

 

Inflasi produsen industri di Eropa turun sebesar 8,6% YoY pada Januari 2024, menyusul penurunan sebesar 10,7% YoY yang tercatat pada Desember 2023, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi konsensus yaitu penurunan sebesar 8,1% YoY karena harga energi yang lebih rendah.

 

Pada National People's Congress (NPC), pemerintah China menetapkan beberapa target arsitektur fiskal untuk tahun 2024F, yaitu target pertumbuhan PDB sekitar 5,0% YoY (vs. 5,2% YoY pada 2023) , defisit fiskal terhadap PDB sebesar 3,0% (vs. 3,8% pada 2023), belanja fiskal diperkirakan tumbuh sebesar 4,0% YoY (vs. 5,6% YoY pada 2023), pendapatan fiskal diperkirakan tumbuh sebesar 3,3% YoY ( vs. 6,7% YoY pada 2023) dan inflasi diperkirakan akan meningkat sekitar 3,0% YoY (vs. 0,2% YoY pada 2023).

 

IHSG ditutup menguat 0,92% atau 66 poin pada level 7.313,96.

 

Rupiah ditutup menguat 0,44% atau Rp69 pada level Rp15.700/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.769/USD.

 

Pasar Bonds bergerak menguat pada hampir semua tenor dengan penurunan yield 1-2bps karena pasar mencari nilai di seluruh tenor. Sebaliknya, pasar sangat sepi karena diperlukan clues lebih lanjut dari pasar global untuk mengambil posisi.

 

Total Kepemilikan asing turun IDR 837,13T (14,47% dari total outstanding) per 29 Feb 24 dari IDR 835,46T per 28 Feb 24. Total outstanding IDR 5.784,29T.

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP