Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Biaya kredit mata uang
dolar untuk tenor 3-bulan meroket ke 2,83%, level tertingginya sejak November
2008, karena pernyataan hawkish dari Federal Reserve baru-baru ini kembali
memicu permintaan dolar. Bahkan beberapa anggota Fed yang paling dovish pun
termasuk Charles Evan kembali menunjukkan komitmen yang kuat untuk menurunkan
inflasi ke target Fed sebesar 2,0%.
Data ISM Jasa AS secara
tak terduga tumbuh ke 56,7 pada Juli 2022, level tertingginya dalam 3 bulan
terakhir, lebih tinggi dari 55,3 pada Juni 2022 dan mengalahkan perkiraan konsensus
sebesar 53,5. Pertumbuhan tertinggi terlihat pada aktivitas bisnis (59,9 vs.
56,1) dan pesanan layanan baru (59,9 vs. 55,6). Terdapat 13 industri jasa yang
melaporkan pertumbuhan dan 3 industri melaporkan penurunan kinerja pada Juli
2022.
Harga minyak WTI turun
3,1% dan melanjutkan tren penurunannya ke sekitar USD90/barel setelah data
menunjukkan bahwa persediaan minyak AS naik lebih dari yang di ekspektasikan
konsensus. Menurut data EIA, persediaan minyak mentah AS secara tak terduga
naik ke 4,467 juta barel pekan lalu, kenaikan terbesar dalam sebulan terakhir
dan merupakan peningkatan yang signifikan atas perkiraan penurunan inventori minyak
sebesar 0,629 juta barel.
Indeks dolar rebound
menuju level 107, pulih lebih lanjut dari level terendahnya selama satu bulan
terakhir di level 105 karena investor kembali memperhitungkan prospek
pengetatan kebijakan moneter dari The Fed. Rilis data ekonomi baru-baru ini
yang lebih baik dari perkiraan digabungkan dengan pernyataan dari beberapa pejabat
pemerintah AS yang tidak melihat kondisi ekonomi AS saat ini resesi, memperkuat
ekspektasi bahwa kebijakan dovish the Fed tidak mungkin terjadi dalam waktu
dekat.
IHSG ditutup menguat 0,15%
atau 11 bps ke level 7.057,35. IHSG menguat hari ini didorong oleh sentimen
positif global dan mengikuti penguatan indeks global. Laporan kinerja
perusahaan yang solid dan data ekonomi AS yang kuat memicu penguatan global
tadi malam dan pagi ini. Di sisi lain, pasar diperdagangkan dengan penuh
kewaspadaan menjelang pengumuman PDB Indonesia besok.
Rupiah ditutup melemah 20bps atau 0,13% ke level Rp14.993/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.9133/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP