Financial Market Update

Point of Interest:

 

Change in NFP naik ke 353 ribu pekerjaan pada Januari 2024, dari 333 ribu pada Desember 2023, dan jauh di atas ekspektasi konsensus sebesar 180 ribu. Ini merupakan perubahan kenaikan jumlah lapangan kerja yang terbesar selama satu tahun terakhir, mengindikasikan pasar tenaga kerja AS yang masih kuat.

 

Menurut survei Universitas Michigan, ekspektasi inflasi tahun depan di AS turun menjadi 2,9% YoY pada Januari 2024 dari 3,1% YoY pada Desember 2023, yang merupakan level terendahnya selama tiga tahun terakhir. Sementara itu, prospek inflasi untuk lima tahun ke depan tidak berubah pada 2,9% YoY.

 

AS melancarkan serangan udara di Irak dan Suriah terhadap lebih dari 85 target yang terafiliasi dengan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) dan militan yang didukungnya, yang dilaporkan menewaskan hampir 40 tentara.

 

Harga minyak Brent turun lebih lanjut ke kisaran USD77/barel dan berada pada tren penurunan lebih dari 6% selama satu pekan terakhir, seiring memudarnya ekspektasi investor terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat di AS yang ditopang oleh data ketenagakerjaan AS yang masih kuat.

 

Semua perhatian investor di AS akan tertuju pada pernyataan dari beberapa pejabat Fed, yang bersamaan dengan rilisnya beberapa indikator ekonomi utama AS seperti PMI Sektor Jasa dan data neraca perdagangan. Di China, investor akan mencermati data PMI Sektor Jasa dan inflasi, sementara Eropa akan merilis data penjualan ritel.

 

IHSG ditutup melemah 0,40% atau 29bps pada level 7.209,65.

 

Rupiah ditutup melemah 0,30% atau 47bps pada level Rp15.705/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.658/USD.

 

Pasar SBN hari ini bergerak melemah, terlihat asing lebih agresif dalam melakukan penjualan bonds tenor panjang untuk seri benchmark dan seri non benchmark juga turut mengalami kenaikan. Pada hari ini Kementerian Keuangan memenangkan lelang SBSN sebesar Rp11,15T dari total bidding yang masuk sebesar Rp23,647T.

 

Total Kepemilikan asing turun IDR 841,88T (14,76% dari total outstanding) per 31 Jan 24 dari IDR 849,02T per 24 Jan 24. Total outstanding IDR 5.704,66T.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP