Financial Market Update
Point of Interest:
Inflasi AS untuk bulan Desember 2023 yang akan dirilis
akhir pekan ini, *konsensus ekspektasikan inflasi headline AS akan meningkat
menjadi 3,1% YoY dan inflasi inti AS diekspektasikan turun menjadi 3,8% YoY, merupakan level terendahnya sejak Mei 2021.
Menurut ECB, inflasi Eropa diproyeksikan rata-rata
sebesar 2,7% YoY pada tahun 2024F, 2,1% YoY pada tahun 2025F, dan 1,9% YoY pada
tahun 2026F. Tingkat inflasi inti
diperkirakan sedikit lebih tinggi yaitu 2,7% YoY di 2024F, 2,3% YoY di 2025F,
dan 2,1% YoY di 2026F.
Menurut pejabat ECB, Eropa kemungkinan akan mengalami
resesi dalam waktu dekat di tengah prospek pertumbuhan ekonomi yang masih
lemah. Pertumbuhan PDB Eropa berada pada
angka nol persen di hampir sepanjang tahun 2023, sehingga membantu meredakan
tekanan inflasi.
Harga minyak Brent turun menjadi USD76/barel, setelah data pemerintah AS menunjukkan peningkatan
persediaan minyak yang tidak diekspektasikan sebelumnya. Laporan EIA
menunjukkan persediaan minyak di AS naik sebesar 1,3 juta barel pekan lalu,
berlawanan dengan ekspektasi konsensus yaitu penurunan sebesar 675 ribu barel.
IHSG ditutup melemah 0,10% atau 7bps pada level
7.219,96.
Rupiah ditutup menguat 0,13% atau 21bps ke level
Rp15.549/USD, dibandingkan dengan
penutupan sebelumnya di level Rp15.570/USD.
Pasar SBN hari ini bergerak menguat, terutama untuk seri benchmark. Dampak dari penurunan
yield tersebut didorong ekpektasi rilis data CPI US malam ini.
Total Kepemilikan offshore naik menjadi Rp848,54T
(15%) (latest report 9 Jan 2024)
dibandingkan Rp842,05T (29 Des 2023).
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP