Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Federal Reserve menaikkan
suku bunga sebesar 75 bps menjadi 2,50% pada rapat Juli 2022, sejalan dengan
ekspektasi konsensus. Ini adalah kenaikan suku bunga ke-4 berturut-turut dan
menjadi suku bunga tertinggi sejak 2019. Selama konferensi pers, Ketua Powell
mengatakan dia tidak dapat memprediksi kisaran kebijakan moneter untuk tahun
2023 dan kebijakan selanjutnya akan bergantung pada data. Namun, Powell
mengindikasikan bahwa laju kenaikan suku bunga akan melambat pada akhir tahun
ini, yang berarti sekitar level 3,0%-3,5% untuk kisaran target suku bunga Fed.
Selain itu, Ketua Powell berkomentar bahwa pasar tenaga kerja menunjukkan
tanda-tanda penciptaan lapangan kerja yang lebih lambat. Pada saat yang sama,
kepercayaan konsumen domestik yang lemah, angka PMI yang terkontraksi, dan
kenaikan klaim pengangguran akan memberikan indikasi awal perlambatan laju
inflasi AS ke depan. Selanjutnya, investor beralih ke angka PDB AS yang telah
lama ditunggu-tunggu yang akan dirilis pekan depan.
IMF menurunkan proyeksi
pertumbuhan global dari proyeksi April 2022 sebesar 3,6% menjadi 3,2% sejalan
kenaikan inflasi dari harga makanan dan energi seiring
terganggunya supply global. Selain itu, IMF memperingatkan ekonomi
akan masuk ke masa resesi setidaknya pada tahun 2023.
Harga minyak Brent naik
kembali ke atas USD100/barel setelah ketua Fed Jerome Powell berkomentar bahwa
dia tidak percaya bahwa ekonomi AS sedang dalam resesi saat ini dan The Fed
indikasikan kebijakan moneter yang moderat ke depan, hal itu mengurangi
kekhawatiran jatuhnya permintaan minyak yang muncul dari potensi resesi global.
Menurut Menkeu, di tengah
potensi risiko resesi global, rasio utang terhadap PDB Indonesia relatif lebih
rendah dibandingkan dengan rasio utang negara maju dan negara berkembang
lainnya karena disiplin fiskal yang ketat yang diberlakukan oleh Indonesia. Per
April 2022, rasio utang Indonesia terhadap PDB sebesar 42,7% dibandingkan
Jepang sebesar 262,5%, AS sebesar 125,6%, Malaysia sebesar 69,2%, dan China
sebesar 66,8%.
IHSG ditutup menguat 0,85%
atau 59 bps ke level 6.956,82. IHSG menguat dipicu oleh pasar global dan
regional yang kuat. Kenaikan suku bunga 75bps oleh The Fed memberikan kepastian
bagi pasar dan memicu arus beli. Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan
untuk memperlambat laju siklus kenaikan suku bunga sehingga mengangkat sentimen
investor global. Transaksi pasar kuat dengan nama perbankan, teknologi, dan
logam menguat untuk mendorong pasar naik signifikan hari ini. Sementara itu,
nama-nama konsumer/defensif melemah hari ini.
Rupiah ditutup menguat 79bps atau 0,53% ke level Rp14.933/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.012/USD..
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP