Financial Market Update
POI - Point of Interest:
IMF saat ini memperkirakan
ekonomi global akan tumbuh 3,2% YoY pada tahun 2022, sebelum melambat lebih
lanjut menjadi 2,9% YoY pada tahun 2023. Revisi turun masing-masing sebesar
0,4% dan 0,7%. Sementara itu, inflasi global saat ini diperkirakan mencapai
6,6% YoY pada tahun 2022 untuk negara maju dan 9,5% YoY untuk negara
berkembang, revisi naik masing-masing sebesar 0,9% dan 0,8%.
Harga Liquid Natural Gas
(LNG) AS sempat menembus di atas USD9,4/mmbtu, level tertingginya sejak Juli
2008. Musim panas ini, banyak wilayah di AS mengalami panas ekstrem, dengan
permintaan listrik mencapai beberapa rekor tertinggi. Sementara itu,
melonjaknya permintaan dari Eropa setelah Rusia memangkas pasokan gasnya secara
signifikan menambah prospek bullish untuk harga gas global.
Menurut survei BI selama
pekan ke-3 bulan Juli 2022, inflasi Indonesia diproyeksikan sebesar 0,55% MoM.
Komponen utama yang memberikan sumbangan inflasi adalah cabai merah 0,19% MoM,
bawang merah 0,12% MoM, dan tiket pesawat 0,07% MoM.
Kredit modal kerja dan
belanja modal sektor manufaktur tumbuh masing-masing sebesar 15,0% YoY dan
16,0% YoY pada Juni 2022, dari 13,0% YoY dan 7,0% YoY pada Mei 2022. Data ini
menunjukkan sektor manufaktur Indonesia masih dalam mode ekspansi di tengah
risiko resesi global.
IHSG ditutup menguat 0,39%
atau 27 bps ke level 6.898,22. IHSG memperpanjang kenaikannya menjadi ditutup
0,4% lebih tinggi mengikuti kenaikan indeks regional menjelang rapat the Fed
malam ini. Transaksi pasar tercatat moderat dengan emiten batubara dan
nama-nama perbankan memimpin kenaikan sementara nama konsumer menekan pasar.
DJPPR menyerap seluruh
penawaran investor senilai IDR1,74 triliun dalam lelang sukuk tambahan
(Greenshoe Option) yang dilakukan hari ini. Total penawaran investor kali ini
dibawah rata - rata penawaran investor dalam empat kali lelang Sukuk Greenshoe
Option sebelumnya yang sebesar IDR2,13 triliun.
Rupiah ditutup melemah 15bps atau 0,10% ke level Rp15.012/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.997/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP