Financial Market Update

Point of Interest:

 

-     Pelaku pasar global cendeurng fokus pada pernyataan-pernyataan pejabat the fed ditengah minimnya rilis data ekonomi AS maupun Eropa. Presiden Dallas, Lorie Logan memberikan komentar dengan nada yang hawkish dengan menyatakan wajar untuk tidak menaikan suku bunga pada FOMC meeting bulan ini, namun masih diperlukan pengetatan kebijakan lebih lanjut untuk mendorong inflasi turun ke level target 2%. Disisi lain, Presiden Fed Bank of New York John William, mengakui bahwa inflasi berada dalam tren yang menurun dan kondisi ekonomi lebih seimbang sehingga tidak terdapat kebutuhan yang mendesak untuk menaikan suku bunga di bulan ini. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, juga menegaskan untuk membawa perekonomiannya tetap pada jalur penurunan inflasi namun menghindari resesi.

 

-        Inflasi China naik sebesar 0,1% YoY pada Agustus 2023, dibandingkan dengan perkiraan konsensus sebesar 0,2% YoY. Secara bulanan, inflasi China tumbuh sebesar 0,3% YoY pada Agustus 2023.

 

-       Persediaan grosir di AS turun sebesar 0,2% MoM pada Juli 2023, setelah turun 0,7% MoM pada Juni 2023. Hal ini menandai penurunan lima bulan secara berturut-turut dalam persediaan grosir AS. Sementara, secara tahunan, persediaan grosir AS naik 0,5% YoY pada bulan Juli 2023.

 

-       Harga minyak Brent stabil di kisaran USD90-92/barel, merupakan level tertingginya sejak November 2022, dan membukukan kenaikan sekitar 2% pada pekan lalu karena ekspektasi lebih ketatnya pasokan minyak global ke depan.

 

-      Kalender ekonomi pekan ini akan menjadi pekan yang sibuk di AS, fokus pelaku pasar pada rilis data tingkat inflasi AS, penjualan ritel AS, indeks kepercayaan konsumen Universitas Michigan, angka produksi industri dan data perdagangan. Sementara, di China, indikator utama antara lain data produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, penjualan mobil, pertumbuhan pinjaman, dan investasi pada bulan Agustus 2023.

 

-    PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) diwajibkan untuk membayar utang obligasi senilai Rp 941,75 miliar yang jatuh tempo pada 28 September 2023, sebagaimana yang tercantum dalam Keterbukaan Informasi tentang Hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 pada 6 September 2023. Para Pemegang Obligasi tidak menyetujui usulan Perseroan untuk melakukan perubahan dan/atau penambahan pada Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018, Akta No. 44, tanggal 13 September 2018. Obligasi berkelanjutan III Waskita Karya tahap III Tahun 2018 Seri B bernilai Rp941,75 miliar dengan masa jatuh tempo pada 28 September 2023. Surat utang tersebut memiliki tingkat bunga 9,75%/tahun, sehingga nilai bunga pembayaran mencapai Rp91,82 miliar.

 

-        IHSG awal pekan ini ditutup menguat 0,56% ke level 6.963,39, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level  6.924,78. Penguatan didorong oleh sembilan indeks sektoral, dengan kenaikan terbesar adalah sektor kesehatan yang naik 2,51%, sektor barang konsumen primer naik 1,38% dan sektor barang baku yang naik 1,29%, sementara hanya terdapat dua indeks sektoral yang melemah diantaranya adalah sektor energi yang turun 0,60% dan sektor perindustrian yang turun 0,03%.

 

-        Rupiah awal pekan ini ditutup melemah tipis 0,01% ke level Rp15.330/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.328/USD.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP