Financial Market Update

Point of Interest:

 

- PMI sektor jasa menurut versi ISM di AS secara tak terduga naik ke level 54,5 pada Agustus 2023, menunjukkan pertumbuhan yang terkuat di sektor jasa selama 6 bulan terakhir, lebih tinggi dibandingkan level 52,7 pada Juli 2023 dan perkiraan konsensus pada level 52,5.

 

- Defisit neraca perdagangan AS melebar lebih kecil dari perkiraan menjadi USD65 miliar (Juli 2023) dari USD63,7 miliar (Juni 2023), lebih rendah dibandingkan perkiraan konsensus yaitu defisit USD68 miliar. Sementara itu, Ekspor naik 1,6% menjadi USD251,7 miliar, sedangkan impor meningkat 1,7% menjadi USD316,7 miliar.

 

- Penjualan ritel di Eropa turun 0,2% MoM pada Juli 2023, setelah kenaikan 0,2% MoM pada Juni 2023, lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yaitu penurunan sebesar 0,1% MoM. Secara tahunan, penjualan ritel Eropa turun 1,0% YoY, menandai kontraksi kesepuluh bulan secara berturut-turut.

 

- Ekspor tahunan China turun 8,8% di bulan Agustus, sementara impor mengalami kontraksi 7,3%, sebuah tanda terbaru tekanan yang signifikan terhadap sektor manufaktur yang krusial. Sejalan dengan ekspor yang lesu, ekonomi China telah dilanda krisis likuiditas di sektor properti. Para pejabat di Beijing telah meluncurkan serangkaian langkah kecil yang bertujuan untuk menopang pertumbuhan, tetapi belum mengeluarkan program stimulus berskala luas.

 

- Harga minyak WTI turun 0,8% ke $86,83 per barel, sementara minyak Brent turun 0,8% menjadi $89,92. Menurut data badan industri American Petroleum Institute, menunjukkan bahwa cadangan minyak AS turun selama empat minggu berturut-turut, turun sebanyak 5,5 juta barel pada pekan terakhir 1 September.

 

- IHSG hari ini ditutup melemah 0,59% ke level 6.954,81, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.995,95. Pelemahan didorong oleh delapan indeks sektoral diantaranya adalah sektor transportasi dan logistik turun 1,72%, sektor properti dan real estat turun 1,30%, sektor infrastruktur turun 1,08%, sektor energi turun 1%, dan sektor perindustrian turun 0,61%, sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,58%, dan sektor keuangan turun 0,50%, serta sektor barang baku turun 0,14%.

 

- Rupiah hari ini ditutup melemah 0,21% ke level Rp15.328/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.295/USD.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP