Financial Market Update

Point of Interest:

 

- Indeks dolar AS naik ke level 104,6, didorong oleh data PMI manufaktur China dan Eropa yang mengecewakan memicu kekhawatiran investor terhadap prospek perekonomian global. Sementara di AS, level inflasi telah mendekati target Fed namun kondisi pasar tenaga kerja tetap kuat. - Pesanan baru untuk barang-barang manufaktur di AS turun sebesar 2,1%mom pada Juli 2023 menjadi USD579,4 juta, sementara pada Juni 2023 mengalami kenaikan sebesar 2,3%mom. Penurunan tsb lebih baik dari ekspektasi konsensus yang memperkirakan sebesar 2,5%mom.

 

- Inflasi Produsen Eropa turun sebesar 7,6%yoy pada Juli 2023, sejalan dengan ekspektasi konsensus, dan melanjutkan penurunan sebesar 3,4%yoy pada Juni 2023,* merupakan penurunan inflasi produsen ketiga secara berturut-turut seiring faktor high-base dampak dari lonjakan energi setelah invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu.

 

- Harga minyak Brent naik lebih dari 1,5% ke atas level USD90/barel, menjadi level tertingginya sejak November 2022 setelah Arab Saudi mengumumkan peprpanjangan satu juta barel minyak per hari selama tiga bulan ke depan hingga Desember 2023 untuk mendukung stabilitas dan keseimbangan pasar minyak global.

 

- Bursa Efek Indonesia mencatat adanya keterlambatan pelaporan kinerja keuangan oleh Bank Syariah Indonesia yang disebabkan oleh adanya Rencana Divestasi pada Bank Syariah Indonesia. Kementerian BUMN sudah memutuskan BRI dan BNI akan melakukan divestasi sahamnya di BSI. BSI yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 1 Februari 2021 merupakan hasil merger BRIS, BNIS, dan Mandiri Syariah saat ini komposisi kepemilikan BSI adalah Bank Mandiri 51,47%, BNI 23,2% dan BRI 15,38%.

 

- IHSG hari ini ditutup menguat terbatas 0,06% ke level 6.995,95, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.991,71. Penguatan didorong oleh indeks sektoral dengan kenaikan terbesar yakni sektor energi yang naik 2,41%, sektor transportasi naik 1,46% dan sektor barang baku yang naik 1,08%.

 

-Rupiah hari ini ditutup melemah 0,16% ke level Rp15.295/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.270/USD.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP