Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*    Setelah spekulasi tentang kenaikan suku bunga 100bps pada pertemuan Juli. Saat ini, the Fed condong ke arah kenaikan suku bunga 75bps meskipun terjadi lonjakan inflasi di bulan Juni. Namun, Jerome Powell mengatakan dia tidak dapat menjamin bank sentral akan mampu menurunkan inflasi tanpa adanya resesi.

*    Penjualan ritel AS naik 1,0% MoM pada Juni 2022, diatas perkiraan kenaikan 0,8% MoM. Data menunjukkan bahwa belanja konsumen masih kuat, tetapi juga mencerminkan kenaikan harga produk dan jasa secara keseluruhan. Secara tahunan, penjualan ritel AS naik 8,4% YoY pada Juni 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan 8,2% YoY pada Mei 2022.

*    Setelah Joe Biden kembali dari perjalanan ke Arab Saudi. Harga minyak Brent bergerak naik di atas USD100/barel, karena Arab Saudi tidak mungkin meningkatkan produksi minyaknya secara sepihak tanpa partisipasi anggota OPEC. Selain itu, sebagian besar negara anggota OPEC tampaknya telah memompa minyaknya dengan kapasitas penuh. Sementara itu, kemungkinan pengetatan Fed yang kurang agresif memberikan optimisme lebih lanjut untuk reli harga minyak.

*    Ekonomi Cina naik 0,4% YoY di 2Q22, turun dari proyeksi konsensus 1,0% YoY dan melambat signifikan dari pertumbuhan 4,8% YoY di 1Q22. Secara kumulatif 1H22, ekonomi Cina tumbuh 2,5% YoY. Meskipun demikian, Cina menargetkan PDB untuk tumbuh sekitar 5,5% YoY tahun ini.

*    Harga emas berjangka naik 0,52% di $1.712,40/oz. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, turun tipis 0,14% di 1.712,40 usai pejabat The Fed mengisyaratkan akan mempertahankan kenaikan suku bunga 75 bps selama pertemuan pada 26-27 Juli mendatang untuk menurunkan inflasi.

*    IHSG ditutup menguat 0,11% atau 7bp ke level 6.659,25. Penguatan ini terjadi di tengah isu resesi yang membuat indeks saham bergerak volatile belakangan ini.

*    Rupiah ditutup menguat 11 bps atau 0,07% di level Rp14.982/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.993/USD. Investor masih cenderung wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tengah minggu ini.


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP