Financial Market Update
Point of Interest:
- Presiden ECB Christine Lagarde telah
mengisyaratkan jeda oleh ECB pada bulan September, namun BOE diperkirakan menaikkan
suku bunga sekali lagi bulan depan, seiring harga konsumen Inggris yang masih naik 6,8% di bulan Juli,
lebih dari tiga kali lipat di atas target jangka menengah 2% bank sentral. Sementara
para ekonom memperkirakan BOE hanya akan melakukan satu kali kenaikan lagi
untuk Bank Rate, sehingga menjadi 5,50% pada 21 September.
- Dampak El Nino terhadap emiten konsumer dan
ritel negatif terbatas, seiring dengan upaya
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dalam rangka memperkuat Cadangan Beras Pemerintah
(CBP) dan mengantisipasi dampak El Nino di akhir tahun yaitu dengan melakukan
impor beras sepanjang 2023 sebesar 2,3juta ton beras. Menurut para analis, El
Nino akan memengaruhi harga komoditas termasuk pangan (beras, tepung, dll) yang
akan naik karena dampak dari kekeringan dan akan berlangsung hingga akhir tahun
ini. Akan tetapi, outlook emiten konsumen dan ritel masih bagus menjelang kampanye
pemilu dan fundamental domestik yang baik dimana daya beli masyarakat masih
tinggi. BMKG memperkirakan puncak El Nino terjadi pada Agustus dan September
2023 ini, diperkirakan dapat berlangsung sampai akhir tahun 2023 bahkan
diperkirakan mencapai awal tahun 2024.
- Harga minyak sawit
mentah (CPO) untuk kontrak pengiriman November 2023 dalam sepekan ini bergerak
volatile dan cenderung melemah, harga CPO kontrak pengiriman November 2023
berada di level MYR 3.875/ton. Volatilitas terjadi
seiring naiknya permintaan, terutama dari India dan China akibat adanya
kekhawatiran gangguan produksi yang disebabkan El Nino. Selain itu, juga didukung
harga minyak kedelai yang juga naik cukup besar dalam satu bulan terakhir. Hal
ini karena kekhawatiran produksi di Amerika Serikat dan rendahnya pasokan dari
ekspor utama Argentina.
- Hasil RDG Bank Indonesia Agustus 2023, diantaranya BI kembali menahan suku bunga acuan BI7DRR pada level
5,75%, suku bunga deposit facility dan lending facility juga dipertahankan pada
level 5% dan 6,5%. Tingkat suku bunga saat ini dinilai cukup untuk membawa
perekonomi Indonesia menuju target inflasi 2%-4% serta pertumbuhan ekonomi 5%
hingga tahun 2024.
- Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit
perbankan di tahun 2024 bisa tumbuh sekitar 10%-12%, hal ini meningkat dari target akhir tahun yang hanya di rentang 9%-11%.
Kenaikan target tersebut didorong oleh optimism pelaku perbankan pada pertengahan
tahun 2023 dan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang menaikkan targetnya, seiring
kondisi likuiditas perbankan yang masih longgar. Hal tersebut juga didukung
oleh pertumbuhan kredit perbankan yang naik pada Juli 2023 mencapai 8,54%yoy
(prior: 7,76%), seiring dengan permintaan yang tinggi sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi yang meningkat.
- IHSG hari ini ditutup melemah 0,32% ke
level 6.899,39, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.921,41. Pelemahan
didorong oleh delapan indeks sektoral, diantaranya sektor perindustrian turun
1,35%, sektor energi turun 1,27%, sektor teknologi turun 1,16%, sektor
infrastruktur turun 0,67%, sektor kesehatan turun 0,58%, sektor barang konsumsi
primer turun 0,52%, sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,40%, dan sektor
properti dan real estat melemah 0,24%.
- Rupiah hari ini ditutup menguat 0,32% ke
level Rp15.246/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.295/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP