Financial Market Update
Point of Interest:
- Indeks dolar naik ke atas level 102,5, menjadi level tertingginya selama hampir 1 bulan terakhir setelah rilisnya beberapa data ekonomi AS yang kuat, meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Fed tahun ini. Kekhawatiran investor meningkat terhadap postur fiskal pemerintah AS yang melanjutkan aksi jual US Treasury.
- Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik tipis sebanyak 6.000 dari pekan sebelumnya menjadi 227.000 pada pekan yang berakhir 29 Juli 2023. Hal ini sejalan dengan ekspektasi konsensus. Klaim pengangguran mendekati posisi terendahnya selama dua-bulan terakhir dan menegaskan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih ketat.
- PMI sektor jasa versi ISM turun ke level 52,7 pada Juli 2023 dari level tertingginya selama empat bulan terakhir di level 53,9 pada Juni 2023. Data tersebut menunjukkan perlambatan pertumbuhan sektor jasa seiring perlambatan pada aktivitas bisnis.
- Bank of England (BoE) menaikkan suku bunganya sebesar 25 bp menjadi 5,25% pada pertemuan Agustus 2023, menandai kenaikan suku bunganya ke-14 kali secara berturut-turut, seiring BoE yang terus berjuang melawan inflasi yang tinggi.
- Harga minyak Brent naik ke atas USD85/barel, setelah Arab Saudi dan Rusia mengumumkan perpanjangan pemangkasan produksi minyaknya sebesar 1 juta bpd dan 300 ribu bpd.
- IHSG akhir pekan ini ditutup melemah 0,66% atau 45,23 poin ke level 6.852,84, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.898,08.
- Rupiah hari ini ditutup menguat 0,39% ke level Rp15.175/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.186/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP