Financial Market Update

Point of Interest:


  • Indeks dolar naik tipis di atas level 101 setelah beberapa data ekonomi menunjukkan AS yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi ekonomi lainnya di beberapa negara besar.
  • PMI Komposit AS Global S&P turun ke level 52,0 pada Juli 2023, merupakan laju ekspansi yang terlemah dalam aktivitas bisnis pada sektor swasta di AS sejak Februari 2023, dengan pertumbuhan aktivitas sektor jasa melemah ke level terendahnya selama 5-bulan terakhir.
  • PMI Komposit Eropa HCOB turun ke level 48,9 pada Juli 2023, turun dari level 49,9 pada Juni 2023 dan jauh di bawah ekspektasi konsensus di level 49,7, merupakan laju kontraksi paling signifikan dalam output bisnis di Eropa sejak November 2022, seiring pengembangan bisnis baru turun ke level terendahnya selama 8-bulan terakhir.
  • Harga minyak Brent naik di atas USD82,5/barel, menjadi harga tertingginya selama 3-bulan terakhir didorong oleh prospek pasokan minyak global yang lebih ketat di tengah potensi lonjakan permintaan minyak dari China ke depan.
  • Pada Juli 2023, suku bunga acuan BI7DDR tetap dipertahankan di level 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Hasil keputusan tersebut merupakan konsistensinya dengan arah kebijakan moneter BI yang diperuntukkan guna memastikan inflasi tetap terkendali sesuai target 3%±1% pada sisa 2023 dan 2,5%±1% pada 2024.
  • Pertumbuhan kredit perbankan per Juni 2023 masih rendah, hanya sebesar 7,76%yoy, masih jauh dari target sepanjang tahun ini di kisaran 9-11%. Kondisi ini terjadi di tengah longgarnya sisi penawaran oleh tersedianya likuiditas perbankan, tingginya rencana penyaluran kredit, serta longgarnya standar penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan, serta Korporasi juga cenderung mempercepat pelunasan kredit, dan aksi wait and see dalam meningkatkan rencana investasinya ke depan.
  • IHSG ditutup menguat 0,27% menjadi 6.917,71. Secara sektoral yang menguat antara lain industri 1,09%, konsumer-siklikal 0,05%, energi 1,83%, bahan baku 0,76%, dan kesehatan 0,51%, sementara itu sektor yang melemah antara lain konsumer non-siklikal 0,24%, keuangan 0,23%, properti 0,75%, teknologi 0,52%, infrastruktur 0,25%, dan transportasi 0,39%.
  • Rupiah ditutup menguat 0,19% pada level Rp14.990/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.020/USD.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP