Financial Market Update
POI - Point of Interest:
- Potensi kenaikan yield lanjutan pada pasar obligasi domestik lebih terbatas pada awal pekan ini. Likuiditas investor yang masih tinggi dan inflasi domestik yang telah mencapai target BI pada kisaran 2%-4% masih menjadi katalis positif.
- Tingkat Pengangguran AS sedikit mengalami penurunan menjadi 3,6% pada Juni 2023, lebih rendah dari 3,7% pada Mei 2023. Hal ini menunjukkan secara konsisten kondisi pasar tenaga kerja yang kuat.
- Non-Farm Payrolls AS: Perekonomian AS menambahkan 209 ribu pekerjaan pada Juni 2023, level terendahnya sejak Desember 2020, tetapi masih lebih dari dua kali lipat lebih besar dari 70 ribu-100 ribu yang dibutuhkan per bulan untuk mengimbangi pertumbuhan populasi usia kerja di AS.
- Rata-rata upah per jam di AS naik sebesar 0,4% MoM menjadi USD33,6/jam pada Juni 2023. Secara tahunan, rata-rata upah per jam tumbuh sebesar 4,4% YoY pada bulan Juni 2023.
- Prospek mata uang BRICS (Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) menjanjikan dalam jangka panjang karena negara-negara anggota BRICS memiliki 30% dari total luas wilayah secara global, dengan 50% produksi gandum dan beras global, 15% cadangan emas global, 40% populasi dunia, 30% PDB nominal global, dan memiliki senjata nuklir yang kuat.
- IHSG ditutup menguat 0,29% pada level 6.736,10.
- Rupiah ditutup melemah 0,40% ke level Rp15.190/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.135/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP