Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Inflasi
di AS turun ke 4,0% YoY di Mei 2023, merupakan level terendahnya sejak Maret
2021 dan sedikit di bawah ekspektasi konsensus sebesar 4,1% YoY, didorong oleh
penurunan harga energi. Selain itu, inflasi inti AS melambat ke 5,3% YoY,
merupakan level terendahnya sejak November 2021.
Dengan
melambatnya inflasi AS di bulan Mei 2023, memberikan ruang bagi Fed untuk
menghentikan kenaikan suku bunganya dalam pertemuan FOMC hari ini. Saat ini,
konsensus ekspektasikan dengan probabilitas sebesar 91,9% bahwa Fed Funds Rate
(FFR) akan tetap berada pada level 5,00%-5,25%.
Indeks
dolar turun ke level 103,3, seiring tingkat inflasi AS turun lebih dari yang
diekspektasikan di Mei 2023, mendukung kemungkinan pause dalam siklus
pengetatan Fed bulan ini. Selain itu, investor juga bersiap untuk keputusan
kebijakan moneter dari European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan (BoJ).
Indeks
optimisme bisnis di AS sedikit meningkat ke level 89,4 di Mei 2023 dibandingkan
dengan level 89,0 di April 2023, dan melampaui ekspektasi konsensus di level
88,5. Namun, indeks tetap berada di bawah rata-rata 49 tahun terakhir di level
98,0.
Penjualan
ritel di Indonesia tumbuh sebesar 1,5% YoY di April 2023, melambat dari
pertumbuhan 4,9% YoY di Maret 2023, seiring konsumsi yang melambat di tengah
tingginya suku bunga.
IHSG
ditutup melemah 0,29% atau 19bps pada level 6.699,72.
Rupiah
ditutup melemah 0,27% atau 40bps ke level Rp14.900/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.860/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP