Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun bergerak sideways di sekitar 3,74%, seiring investor yang menunggu keputusan moneter Fed. Saat ini, investor ekspektasikan bahwa tekanan inflasi akan menunjukkan tanda-tanda penurunan lebih lanjut, yang mendukung kemungkinan pause pada kenaikan suku bunga Fed pekan ini.

*   Ekspektasi inflasi AS untuk tahun depan turun ke 4,1% YoY di Mei 2023, merupakan level terendahnya sejak Maret 2021. Sementara itu, ekspektasi inflasi untuk 3 tahun dan 5 tahun ke depan masing-masing meningkat sebesar 0,1% ke 3,0 % YoY dan 2,7% YoY.

*   Defisit anggaran pemerintah AS mencapai USD240 miliar di Mei 2023, melebar dari defisit sebesar USD66 miliar di Mei 2022, tetapi di bawah ekspektasi konsensus sebesar USD236 miliar. Selama delapan bulan pertama tahun fiskal, defisit anggaran pemerintah AS mencapai sebesar USD1,2 triliun dibandingkan dengan defisit sebesar USD426 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya.

*   Harga minyak Brent melanjutkan penurunannya hingga hampir 4% ke sekitar USD72/barel, seiring kekhawatiran investor terkait melemahnya permintaan di China yang merupakan konsumen utama global dan meningkatnya pasokan minyak mentah Rusia yang melebihi rencana Arab Saudi untuk memangkas produksi minyaknya. Ekspor minyak Rusia ke China dan India naik ke level rekor tertingginya di bulan Mei 2023 dampak dari penerapan embargo oleh Eropa.

*   Indeks keyakinan konsumen Indonesia meningkat ke level 128,3 di Mei 2023 dari 126,1 di level April 2023, merupakan level tertingginya sejak Mei 2022.

*   IHSG ditutup melemah terbatas 0,05% atau 4bps pada level 6.719,01.

*   Rupiah ditutup menguat 0,03% atau 5bps ke level Rp14.860/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.865/USD.   

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP