Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun sempat menyentuh level 3,82% sebelum turun ke level 3,72%, setelah klaim pengangguran AS melonjak ke level tertingginya sejak Oktober 2021, sehingga menurunkan ekspektasi investor terhadap kenaikan Fed Funds Rate (FFR) di pertemuan FOMC pekan depan dan di Juli 2023.

*   Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran melonjak menjadi 261 ribu dalam pekan yang berakhir 3 Juni 2023, merupakan angka tertingginya sejak Oktober 2021, dan di atas perkiraan konsensus sebesar 235 ribu. Ini menandai pekan ketiga secara berturut-turut peningkatan jumlah klaim pengangguran, yang menandakan bahwa kondisi pasar tenaga kerja yang kuat akan mulai melemah.

*   Ekonomi Eropa secara tak terduga kontraksi sebesar 0,1% QoQ di 1Q23, dibandingkan dengan perkiraan awal konsensus yaitu tumbuh sebesar 0,1% QoQ. Angka pertumbuhan PDB untuk 4Q22 juga direvisi menjadi kontraksi sebesar 0,1% QoQ, yang berarti secara teknikal Eropa kini telah memasuki resesi moderat.

*   Indeks dolar turun ke sekitar level 103 setelah klaim pengangguran mingguan AS yang lebih tinggi dari perkiraan yang mengurangi ekspektasi investor akan kenaikan suku bunga yang akan segera terjadi oleh Fed. Namun, keputusan moneter Fed dapat dipengaruhi oleh data inflasi bulan Mei yang akan dirilis pekan depan.

*   Harga minyak Brent turun sekitar 2% ke USD75/barel menyusul laporan bahwa Iran dan AS mendekati kesepakatan perdagangan minyak yang dimana AS akan memberikan beberapa keringanan sanksi untuk Iran sebagai imbalan untuk mengurangi produksi uranium Iran.

*   IHSG ditutup menguat 0,42% atau 27bps pada level 6.694,02.

*   Rupiah ditutup menguat 0,37% atau 55bps ke level Rp14.840/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.895/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP