Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*      Kekhawatiran pelaku pasar global mulai sedikit mereda seiring adanya optimisme bahwa the Fed akan mampu mengatasi inflasi tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi. Rilis data ekonomi AS, angka initial jobless claims AS tercatat sebesar 235k pekan lalu, meningkat dari pekan sebelumnya sebesar 231k, serta lebih tinggi dari ekspektasi konsensus sebesar 230k.

*      Harga listrik di Eropa mencapai rekor tertingginya, melonjak ke level all-time-high di atas 340 euro/MW. Tingginya harga listrik akibat pengetatan pasokan energi oleh Rusia, dimana pada level tersebut manufaktur Jerman akan runtuh secara perlahan.

*      Harga minyak Brent kembali menguat ke level USD104,5/barel, karena harapan bahwa stimulus ekonomi baru di China membantu meredakan kekhawatiran akan penurunan permintaan minyak. Investor melihat level USD100/barel sebagai level harga minyak yang ideal dengan kondisi supply-demand balance saat ini. Meskipun negara-negara G7 berencana untuk menerapkan kebijakan cap price sekitar USD40-USD60/barel untuk minyak Rusia.

*      Harga minyak sawit mentah (CPO) naik hampir 2%. Menurut data Refinitiv, harga CPO diperdagangkan di posisi MYR 4.288/ton atau meningkat 3,57%. Namun, harga CPO masih drop 8,92% di sepanjang pekan ini dan turun 30,95% secara bulanan. Meskipun, masih membukukan kenaikan 10,17% secara tahunan.

*      Ketidakstabilan politik Inggris memicu pengurangan investasi di dalam dan luar negeri hingga dapat menghambat laju pengembangan ekonomi dunia. Politik Inggris saat ini sedang bergejolak. Mundurnya puluhan Menteri dan jajarannya di kabinet mengakibatkan Perdana Menteri Boris Johnson ikut mundur karena berbagai desakan. Berdasarkan survei The World Bank, angka stabilitas politik Inggris di bawah kepemimpinan Johnson telah menurun dari 0,54 di 2019 ke 0,47 di 2020. Menurut IMF, ekonomi Inggris berkontribusi terhadap PDB dunia mencapai US$ 3,1 triliun. Pasar saham Inggris menjadi pasar saham dengan kontribusi terbesar di dunia dengan urutan ketiga, setelah Amerika Serikat dan Jepang. Pasar saham Inggris berkontribusi sebanyak 3,9% (Data Statista per Jan 2022). Kemunduran PM Inggris direspons positif oleh Pasar pada Kamis 7 Juli 2022 dimana poundsterling menguat 0,54% terhadap dolar AS ke US$ 1,1994. Langkah Johnson dinilai menjadi langkah terbaik saat ini untuk mengindari kekisruhan politik yang akan menyebabkan perlambatan pada ekonominya yang juga berdampak domino terhadap perekonomian dunia.

*      Rilis data Cadangan Devisi (Cadev), menunjukkan Cadev RI per Juni 2022 berada di US$136,4 miliar, naik sebesar US$ 0,8 miliar dibandingkan bulan sebelumnya di US$ 135,6 miliar. Menurut Bank Indonesia, posisi cadangan devisa tersebut, setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

*      Selama sebulan terakhir asing mencatatkan outflow di pasar saham RI, tetapi sepanjang tahun ini asing masih mencatatkan inflow atau pembelian bersih (net buy) sebesar Rp58,37 triliun di seluruh pasar, dengan rincian sebesar Rp 49,33 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp 9,03 triliun di pasar tunai dan negosiasi.

*      Pada pasar SBN, asing mencatatkan outflow lebih besar dari pasar saham dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data DJPPR Kementerian Keuangan RI, dalam sebulan terakhir atau dari periode 6 Juni hingga 6 Juli lalu, asing mencatatkan outflow di pasar SBN mencapai Rp 32,21 triliun. Sedangkan dari posisi akhir tahun lalu hingga 6 Juli lalu, outflow di pasar SBN sudah mencapai Rp 118,22 triliun. Investor asing meninggalkan pasar domestik akibat kekhawatirannya terhadap resesi bukan karena faktor fundamental.

*      Kementerian Keuangan telah mencairkan anggaran sebesar Rp23,3 triliun untuk gaji ke-13 PNS dan Pensiunan dari target Rp35,5 triliun. Hal tersebut dinilai dapat menjadi katalis positif untuk konsumsi domestik dan dapat menguntungkan beberapa sektor seperti consumer non-cyclicals dan ritel.

*      Rupiah menguat 0,13% ke level Rp14.975/USD, dibandingkan dengan penutupan kemarin di level 14.996/USD.

*      IHSG ditutup menguat 87,63poin atau 1,32% ke level 6.740,22, dari penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan 9 indeks sektoral, diantaranya sektor teknologi melejit 2,99%, barang baku melonjak 2,69%, keuangan melesat 1,66%, transportasi dan logistik menguat 1,64%, energi naik 1,05%, perindustrian naik 1,03%, barang konsumsi primer naik 0,40%, infrastruktur menguat 0,07%, dan barang konsumsi nonprimer naik tipis 0,04%. Sementara itu, 2 sektor mengalami pelemahan diantaranya sektor properti dan real estat turun 0,16% dan kesehatan melemah 0,08%.


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP