Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Menurut laporan PBB, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menjadi 2,3% YoY pada tahun 2023, naik 0,4% dari perkiraan sebelumnya pada Januari 2023, dan prediksi untuk tahun 2024 turun 0,2% menjadi 2,5% YoY.

*   Pelaku pasar mencermati KTT G-7 di Hiroshima, di mana para pemimpin dunia diekspektasikan akan membahas isu perdagangan dan keamanan internasional. Hubungan dan sanksi terhadap China dan Rusia menjadi agenda utama untuk didiskusikan.

*   Indeks dolar melemah dari level tertingginya selama dua bulan terakhir, seiring investor yang melihat kebuntuan pada kesepakatan plafon utang AS dan penyesuaian ekspektasi konsensus untuk langkah suku bunga berikutnya oleh Fed pada pertemuan FOMC bulan Juni. Saat ini, konsensus ekspektasikan dengan 36% probabilitas kenaikan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 bp pada Juni 2023.

*   Ketua Fed Powell menekankan bahwa inflasi secara signifikan masih di atas target Fed dan menegaskan kembali komitmen Fed untuk menurunkannya ke target 2%. Namun, Powell menyatakan bahwa karena tekanan di sektor perbankan, mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga secara lebih agresif lagi untuk menurunkan inflasi.

*   Di AS, sorotan akan tertuju pada negosiasi plafon utang AS, risalah rapat FOMC, dan beberapa pidato Fed. Selain itu, investor akan memantau dengan cermat data pendapatan dan pengeluaran pribadi, inflasi PCE, PMI jasa dan manufaktur, serta data perumahan. Selanjutnya, keputusan kebijakan moneter bulan ini akan dirilis oleh China dan Indonesia.

*   IHSG ditutup menguat 0,67% atau 45bps ke level 6.745,76.

*   Rupiah ditutup menguat 0,23% atau 35bps ke level Rp14.890/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.925/USD.   



Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP