Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun naik ke level 3,65%, merupakan level tertingginya
dalam dua bulan terakhir, seiring kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Fed yang
muncul kembali setelah pernyataan hawkish dari beberapa pejabat Fed didukung
oleh: (1) Data penjualan ritel yang dirilis pekan ini menunjukkan belanja
konsumen yang tetap kuat, (2) Klaim pengangguran turun lebih dari yang
diekspektasikan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat, (3)
Kesepakatan plafon utang AS yang dapat segera tercapai.
Indeks
dolar naik di atas level 103,5 tadi malam, merupakan level tertingginya dalam 2
bulan terakhir, didukung oleh meningkatnya optimisme bahwa pemerintah AS akan
mencapai kesepakatan pada plafon utang pada akhir pekan ini dan terhindar dari
default.
Baru-baru
ini, Presiden Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy bersama-sama menunjukkan
keyakinannya bahwa pemerintah AS tidak akan gagal membayar utangnya setelah
kebuntuan kesepakatan selama berbulan-bulan. Sebagai imbalan atas dukungan
untuk menaikkan plafon utang, para pemimpin partai Republik menuntut pemotongan
anggaran pemerintah AS.
Presiden
Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan bahwa terlalu dini untuk membicarakan
penurunan suku bunga saat ini, sementara itu Presiden Fed Cleveland Loretta
Mester menyatakan bahwa suku bunga belum pada titik di mana Fed dapat bertahan
secara stabil karena inflasi yang masih tinggi.
Jumlah
orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun menjadi 242 ribu
dalam pekan yang berakhir 13 Mei 2022, turun dari level tertingginya selama 18
bulan terakhir di 264 ribu dan di bawah ekspektasi konsensus sebanyak 254 ribu.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa kondisi pasar tenaga kerja di AS masih
relatif kuat, berpotensi menimbulkan tekanan inflasi lebih lanjut.
IHSG
ditutup menguat 0,56% atau 37bps ke level 6.700,56.
Rupiah
ditutup melemah 0,40% atau 60bps ke level Rp14.925/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.865/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP