Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melanjutkan tren kenaikannya ke level 3,54%, seiring
beberapa pejabat Fed yang menyatakan bahwa perang melawan inflasi dalam ekonomi
AS masih jauh dari kata selesai, menepis ekspektasi konsensus dari kebijakan
pivot yang dovish dalam jangka pendek.
Penjualan
ritel di AS meningkat 0,4% MoM di April 2023, rebound dari penurunan dua bulan
secara berturut-turut, tetapi jauh di bawah perkiraan konsensus yaitu kenaikan
sebesar 0,8% MoM ditopang oleh penjualan mobil dan layanan makanan.
Indeks
Pasar Perumahan Wells Fargo di AS naik ke level 50,0 di Mei 2023, jauh di atas
perkiraan konsensus di level 45,0. Ini menandai pertumbuhan bulan kelima secara
berturut-turut dan merupakan level tertingginya sejak Juli 2022 seiring
permintaan yang kuat untuk proyek konstruksi baru didorong oleh pasokan
perumahan yang terbatas.
Produksi
industri Tiongkok meningkat sebesar 5,6% YoY di April 2023, di bawah perkiraan
konsensus sebesar 10,9% YoY, tetapi di atas kenaikan sebesar 3,9% YoY di Maret
2023. Ini merupakan pertumbuhan output industri selama 12 bulan secara
berturut-turut dan merupakan laju tercepat sejak September 2022, utamanya
didukung oleh sektor manufaktur dan pertambangan.
Beras,
gandum, sereal, dan perkebunan kelapa sawit di seluruh dunia berpotensi gagal
panen karena ahli meteorologi memperkirakan pola cuaca El-Nino akan terjadi di
1H23, mengancam pasokan pangan global dan meningkatkan kekhawatiran investor
atas inflasi pangan global.
IHSG
ditutup menguat terbatas 0,01% atau 1bps ke level 6.677,33.
Rupiah
ditutup melemah 0,30% atau 45bps ke level Rp14.865/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.820/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP