Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*    Kementerian Keuangan China sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan pemerintah daerah untuk menjual 1,5 triliun yuan ($220 miliar) obligasi khusus. Percepatan pendanaan infrastruktur yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan menopang pendapatan negara.

*    Nota pertemuan The Fed Juni yang dirilis Rabu menunjukkan bahwa bank sentral AS akan meningkatkan suku bunga sekitar 50 sampai 75bps pada pertemuan akhir Juli mendatang. Potensi peningkatan suku bunga yang lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya meredakan kekhawatiran resesi.

*    Minyak mentah berjangka turun ke bawah US$ 100/barel karena kekhawatiran resesi global dapat membuat permintaan minyak lesu. Minyak Brent sempat turun ke $98/barel sebelum akhirnya menguat 0,16% menjadi $100,85/barel. Sementara WTI naik 0,2% ke $98,75/barel.

*    DJPPR mencatat, dalam sebulan terakhir, outflow di pasar SBN mencapai Rp 27,9 triliun. Sedangkan dari posisi akhir tahun lalu hingga 5 Juli, outflow di pasar SBN mencapai Rp 117,49 triliun. Di lain sisi, proporsi kepemilikan asing di SBN memang sudah mengalami penurunan sejak 2020 lalu, di mana per akhir tahun 2020, asing masih memiliki SBN sekitar 25,16%. Namun per 5 Juli lalu, asing hanya memiliki SBN sekitar belasan persen saja. Per 5 Juli lalu, kepemilikan asing di SBN mencapai 15,89%.

*    BI melaporkan cadangan devisa per akhir bulan lalu berada di $136,4 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar $135,6 miliar. Peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

*    IHSG ditutup menguat 0,09% atau 6bp ke level 6.652,59. Pelaku pasar terus mewaspadai pertumbuhan ekonomi dan lingkungan kebijakan moneter yang ketat.

*      Rupiah ditutup relatif stabil di level Rp14.996/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.997/USD.


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP