Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun naik ke level 3,47% di tengah meningkatnya
kekhawatiran investor terhadap risiko gagal bayar utang AS yang lebih tinggi
dibandingkan situasi yang sama sebelumnya, sejalan dengan berlanjutnya
kekhawatiran terhadap krisis perbankan AS, menambah tekanan ke pasar obligasi
AS pekan ini.
Sentimen
konsumen Universitas Michigan untuk AS turun tajam ke level terendahnya selama
enam bulan terakhir di level 57,7 di Mei 2023 dari level 63,5 di April 2023,
jauh di bawah perkiraan konsensus di level 63,0, di tengah meningkatnya
kekhawatiran investor terkait resesi ekonomi global.
Baru-baru
ini ada spekulasi di kalangan investor bahwa Fed mungkin perlu mempertahankan
suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, menyusul komentar
dari Gubernur Fed Michelle Bowman bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan
lebih lanjut jika tekanan inflasi berlanjut. Bahkan ketika data ekonomi AS
terbaru menunjukkan tanda-tanda awal perlambatan ekonomi.
Indeks
dolar menguat di atas level 102,5 dan menguat secara mingguan lebih dari 1%
pada pekan lalu, merupakan kenaikan terbesar sejak Februari 2023, seiring
meningkatnya kekhawatiran investor atas plafon utang AS dan krisis perbankan
AS, menyebabkan investor secara agresif mengkoleksi aset safe-haven.
Di AS,
sorotan akan tertuju pada pidato beberapa pejabat Fed dan data perdagangan
ritel, diikuti oleh data produksi industri dan beberapa indikator perumahan.
Investor juga akan memperhatikan data produksi industri dan penjualan ritel
untuk China, serta data perdagangan untuk Indonesia.
IHSG
ditutup menguat terbatas 0,06% atau 4bps ke level 6.711,74.
Rupiah
ditutup melemah 0,34% atau 50bps ke level Rp14.800/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.750/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP