Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Inflasi headline di AS turun ke level 4,9% YoY di April 2023, merupakan level terendahnya sejak April 2021, dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 5,0% YoY. Secara bulanan, inflasi headline AS naik 0,4% MoM yang sejalan dengan perkiraan konsensus tetapi lebih tinggi dari 0,1% MoM di Maret 2023.

*   Inflasi inti di AS turun ke level 5,5% YoY di April 2023 dari level 5,6% YoY di Maret 2023, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Secara bulanan, inflasi inti AS naik sebesar 0,4% MoM di April 2023 tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sejalan dengan ekspektasi konsensus.

*   Pengajuan KPR di AS melonjak 6,3% di pekan pertama Mei 2023, merupakan kenaikan terbesar dalam hampir dua bulan terakhir dan rebound dari penurunan sebesar 1,2% pada periode sebelumnya dengan rata-rata suku bunga tetap sebesar 6,48% untuk tenor 30-tahun. Aktivitas pengajuan KPR merespons secara positif seiring Fed yang mengisyaratkan potensi pause FFR pada level saat ini.

*   Menteri Keuangan estimasikan PDB Indonesia di tahun 2023 akan tetap kuat bahkan berpeluang tumbuh di atas 5,0% YoY ditopang oleh ekspor yang kuat oleh sektor komoditas, tingginya konsumsi pihak swasta dan pertumbuhan investasi.

*   Penjualan ritel di Indonesia tumbuh 4,9% YoY di Maret 2023, meningkat dari pertumbuhan 0,6% YoY di Februari 2023. Itu merupakan pertumbuhan terkuat sejak Agustus 2022 di tengah konsumsi yang kuat menjelang Ramadhan. Secara bulanan, penjualan ritel tumbuh sebesar 7,0% MoM di Maret 2023, pulih dari penurunan sebesar 3,4% MoM di Februari 2023.

*   IHSG ditutup melemah 1,09% atau 74bps ke level 6.737,51.

*   Rupiah ditutup menguat terbatas 0,01% atau 1bps ke level Rp14.724/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.725/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP