Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   US Treasury yield tenor 10-tahun naik ke level 3,51%  di tengah investor yang menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pertengahan minggu ini untuk petunjuk lebih lanjut terkait tekanan inflasi dan prospek kebijakan moneter Fed ke depan.

*   Data pekerjaan AS yang kuat baru-baru ini telah meredam kekhawatiran akan resesi, namun mempersulit Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunganya. Sementara itu, investor akan mencermati rilis Loan Officer Survey untuk mengetahui bagaimana gejolak perbankan baru-baru ini telah mempengaruhi volume penyaluran kredit di AS.

*   Ekspektasi inflasi untuk jangka waktu 1 tahun di AS turun menjadi 4,4% YoY pada April 2023 dari 4,7% YoY pada Maret 2023. Sementara itu, ekspektasi inflasi untuk jangka waktu 3 tahun dan 5 tahun meningkat sebesar 0,1 % menjadi masing-masing sebesar 2,9% YoY dan 2,6% YoY.

*   Presiden Joe Biden dan anggota inti Partai Republik dan Demokrat dari Kongres akan rapat pekan ini untuk mencoba menyelesaikan kebuntuan tiga bulan atas pagu utang AS sebesar USD31,4 triliun dan menghindari default yang berpotensi melumpuhkan ekonomi AS sebelum akhir Mei 2023.

*   Indeks dolar merosot ke level 101, seiring Ketua Fed Jerome Powell yang mengklarifikasi bahwa komite saat ini tidak menganjurkan penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Investor kini menantikan data inflasi konsumen AS dan data inflasi produsen AS pertengahan pekan ini, serta angka penyaluran pinjaman bank untuk petunjuk terkait kondisi ekonomi dan gejolak perbankan AS.

*   IHSG ditutup menguat 0,15% atau 10bps ke level 6.779,98.

*   Rupiah ditutup melemah 0,20% atau 30bps ke level Rp14.730/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.700/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP