Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Gejolak pada sektor perbankan AS kembali terjadi pasca saham First Republic Bank turun hampir 50% dalam semalam setelah laporan keuangan Q1 yang memburuk serta terdapat penarikan dana oleh investor yang lebih besar dari perkiraan.

*   Meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya rencana pengetatan terhadap pemberian kredit rumah tangga dan perusahaan oleh pemerintah. Chicago Fed President, Austan Goolsbee, mengungkapkan bahwa saat ini The Fed sedang mengukur sejauh mana dampak dari rencana tersebut. Beige Book terbaru yang dirilis oleh The Fed telah menunjukkan bahwa inflasi melambat dan akses terhadap kredit mulai menyempit.

*   Selama 4 hari terakhir, yield US Treasury 10yr terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dari level 3.64%, dan sempat menyentuh level 3.38%, atau turun sebesar 26 bps. Saat ini investor masih membobot akan terjadi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 bps dan kenaikan tersebut akan menjadi puncak dari kenaikan Fed Fund Rate, namun dengan ketidakpastian yang ada pada saat ini, investor kembali bertaruh akan terjadi dua hingga tiga kali rate cut hingga akhir tahun dengan terminal rate akan berada disekitar level 4.25% hingga 4.50%, atau sekitar 75 bps dibawah proyeksi The Fed yang berada pada level 5% hingga 5.25%.

*   Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen memperingatkan bahwa kegagalan Kongres untuk menaikkan plafon utang pemerintah dapat menyebabkan gagal bayar dan berpotensi pada kenaikan suku bunga lebih tinggi untuk beberapa tahun mendatang. Selain itu, jika plafon utang tidak dinaikkan, pasar kredit bisnis AS akan terdampak dan pemerintah kemungkinan tidak dapat mengeluarkan pembayaran jaminan sosial.

*   Survei dari CME FedWatch menunjukkan sebesar 88% kini memprediksi bahwa akan
terdapat kenaikan suku bunga 25 bps pada pertemuan FOMC mendatang.

*   IHSG ditutup menguat 1,29% atau 88bps ke level 6.910,15.

*   Rupiah ditutup menguat 0,08% atau 12bps ke level Rp14.833/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.845/USD.   

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP