Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Ekspektasi inflasi AS untuk tahun depan naik menjadi 4,7% yoy pada Maret 2023 rebound dari level terendahnya hampir selama 2 tahun terakhir sebesar 4,2% yoy pada Februari 2023. Juga, ekspektasi inflasi untuk horizon 3-tahun meningkat menjadi 2,8% yoy dari 2,7% yoy, tetapi menurun menjadi 2,5% yoy dari 2,6% yoy pada horizon 5-tahun ke depan.

*   Indeks dolar menguat tajam mencapai level 103 seiring investor yang ekspektasikan bahwa Fed akan menaikkan suku bunganya pada Mei 2023 menyusul data pekerjaan AS yang kuat. Investor saat ini ekspektasikan probabilitas lebih dari 70% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bp bulan depan.

*   Perusahaan-perusahaan energi China dan Prancis pekan ini akan menyelesaikan kesepakatan pertamanya untuk penjualan Liquefied Natural Gas (LNG) di China dalam mata uang yuan RMB, menandai langkah besar dalam upaya China untuk melemahkan dolar AS sebagai universal "petro-dolar" dalam perdagangan gas dan minyak global.

*   Yen Jepang melemah hampir 1% terhadap USD seiring Gubernur Bank of Japan (BoJ) baru Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa tidak akan ada perubahan signifikan terhadap kebijakan moneternya, untuk mempertahankan kebijakan yield curve control saat ini mengingat kondisi ekonomi, inflasi, dan keuangan global.

*   Cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi USD145,2 miliar pada Maret 2023 dari USD140,3 miliar pada Februari 2023. Ini merupakan jumlah cadangan devisa terbesar sejak November 2021, didorong oleh kenaikan penerimaan pajak serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

*   IHSG ditutup menguat 0,59% atau 40bsp ke level 6.811,31.

*   Rupiah ditutup menguat 0,13% atau 19bps ke level Rp14.883/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.902/USD.   

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP