Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Jumlah lowongan pekerjaan di AS turun 632.000 menjadi 9,9 juta pada Februari 2023, merupakan level terendahnya sejak Mei 2021 dan di bawah ekspektasi konsensus sebanyak 10,4 juta yang menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS mungkin mulai melambat.

*   Indeks dolar melemah ke level 101,5 dan mendekati level terendahnya sejak April 2022 karena investor yang mencoba untuk memperhitungkan ulang prospek kebijakan moneter Fed dan pertumbuhan ekonomi AS ke depan. Investor saat ini ekspektasikan pause untuk kenaikan suku bunga pada Mei 2023, dengan pemangkasan suku bunga diekspektasikan segera terjadi setelah itu.

*   Harga emas melonjak hampir 2% ke level USD2.020/ons, merupakan level tertingginya sejak Maret 2022, menyusul data terbaru untuk lowongan pekerjaan AS yang menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja, mengindikasikan bahwa Fed mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut lagi dan bahkan bisa menghentikan siklus pengetatan moneternya.

*   Pesanan baru untuk barang manufaktur AS turun 0,7% MoM pada Februari 2023, menyusul penurunan sebesar 2,1% MoM pada Januari 2023 dan lebih rendah dari ekspektasi konsensus yaitu kontraksi sebesar 0,5% MoM. Ini merupakan bulan kedua secara berturut-turut penurunan pesanan pabrik di AS.

*   PMI Manufaktur Indonesia meningkat ke level 51,9 pada Maret 2023 dari level 51,2 pada Februari 2023. Angka tersebut merupakan pertumbuhan aktivitas pabrik selama 19 bulan secara berturut-turut dan merupakan level tertingginya sejak September 2022.

*   IHSG ditutup stabil cenderung melemah 0,06% atau 4bsp ke level 6.828,77.

*   Rupiah ditutup melemah 0,17% atau 25bps ke level Rp14.925/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.900/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP