Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Indeks inflasi PCE di AS tumbuh 0,3% MoM pada Februari 2023, turun dari 0,6% MoM pada Januari 2023. Sementara itu, indeks inflasi inti PCE AS tumbuh 0,3% MoM, lebih rendah dari 0,5% MoM di Januari 2023.

*   Tingkat inflasi di Eropa turun ke level 6,9% yoy pada Maret 2023, merupakan level terendahnya sejak Februari 2022 dan sedikit di bawah perkiraan konsensus sebesar 7,1% yoy. Secara bulanan, inflasi Eropa naik 0,9% MoM pada Maret 2023, setelah kenaikan sebesar 0,8% MoM pada Februari 2023.

*   Pengeluaran pribadi di AS naik sebesar 0,2% MoM pada Februari 2023, setelah kenaikan sebesar 2,0% MoM pada Januari 2023 dan sedikit meleset dari perkiraan konsensus yaitu kenaikan sebesar 0,3% MoM.

*   Rusia saat ini semakin agresif dalam menggunakan Yuan China sebagai mata uang asing utamanya dalam upaya menggulingkan Dolar AS dan untuk mendukung perdagangan luar negerinya dengan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Saat ini, Rusia berada di peringkat keempat, untuk volume perdagangan Yuan per Maret 2023, padahal Rusia tidak masuk dalam peringkat 15 besar sebelum invasinya ke Ukraina.

*   Pekan ini akan menjadi pekan yang sibuk di AS dengan rilisnya data non-farm payrolls, lowongan pekerjaan, PMI servis dan manufaktur yang menjadi pusat perhatian investor global. Selain itu, data tingkat inflasi akan dirilis untuk Indonesia.

*   IHSG ditutup menguat 0,32% atau 22bsp ke level 6.827,18.

*   Rupiah ditutup menguat 0,17% atau 25bps ke level Rp14.970/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.995/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP