Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun naik 16 bp ke level 3,54%, seiring minat investor
bergeser ke aset yang lebih berisiko menyusul perkembangan baru di sektor
perbankan global yang dimana otoritas AS sedang mempertimbangkan untuk
memperluas program pinjaman darurat bagi bank untuk memberikan lebih banyak
waktu untuk memperkuat neracanya.
Di
Eropa, para pemimpin EU dan ECB telah menyatakan bahwa perbankan EU memiliki
modal yang baik dan likuid, pernyataan tersebut bertujuan untuk memulihkan
kepercayaan investor pada sektor perbankan Eropa. Di AS, arus keluar deposito
dari bank kecil ke bank raksasa seperti JPMorgan Chase dan Wells Fargo telah
melambat dalam beberapa hari terakhir.
Harga
gas global turun sekitar 5% ke sekitar USD2,1/mmbtu, merupakan level terendahnya
sejak September 2020, tertekan oleh permintaan yang terus melemah dari
pembangkit listrik global di tengah persediaan yang melimpah. Rendahnya harga
gas dunia akan memperkuat sinyal bahwa tren penurunan tekanan inflasi global
akan terus berlanjut ke depan.
Indeks
aktivitas bisnis secara umum Federal Reserve Bank of Dallas untuk aktivitas
manufaktur di AS turun selama dua bulan berturut-turut menjadi -15,7 pada Maret
2023 dari -13,5 pada Februari 2023, hal tersebut menandakan bahwa persepsi
kondisi bisnis secara luas di AS berlanjut memburuk ke depan.
Indikator
Iklim Bisnis Ifo untuk Jerman meningkat ke level 93,3 pada Maret 2023, lebih
tinggi dari level 91,1 pada Februari 2023, dan di atas perkiraan konsensus di
level 91,0. Optimisme pada iklim bisnis naik selama lima bulan secara
berturut-turut, meskipun terjadi gejolak perbankan baru-baru ini, tingginya
tekanan inflasi dan suku bunga pinjaman yang tinggi.
IHSG
ditutup menguat 0,77% atau 52bsp ke level 6.760,33.
Rupiah
ditutup menguat 0,48% atau 73bps ke level Rp15.087/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.160/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP