Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun turun ke level 3,43%, menyusul sikap dovish dari Fed yang dicerminkan dengan kenaikan suku bunga 25 bp sejalan dengan ekspektasi konsensus.

*   Fed menaikkan suku bunganya untuk kesembilan kalinya pada Maret 2023, menaikkan suku bunga sebesar 25 bp sehingga kisaran Fed Funds Rate (FFR) menjadi 4,75% - 5,00%. Dot plot FOMC memproyeksikan kenaikan 25 bps tersisa dalam kebijakan pengetatan moneternya ahead, seiring gejolak yang meningkat dalam sistem keuangan AS mengurangi sikap hawkish Fed dalam menanggapi inflasi yang tinggi dan kondisi pasar kerja yang ketat.

*   Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 1.000 dari pekan sebelumnya menjadi 191.000 pada pekan yang berakhir 18 Maret 2023, di bawah ekspektasi konsensus sebanyak 197.000. Angka tersebut memberikan bukti lebih lanjut dari pasar tenaga kerja yang sangat ketat, sejalan dengan proyeksi persentase pengangguran yang rendah dari Fed.

*   Penjualan rumah baru di AS meningkat 1,1% MoM menjadi 640 ribu unit pada Februari 2023, merupakan level tertingginya sejak Agustus 2022 tetapi di bawah perkiraan konsensus sebesar 650 ribu unit dan di atas 633 ribu unit pada Januari 2023.

*   Harga emas naik mendekati level USD2.000/ounce, merupakan level tertingginya dalam satu tahun terakhir, seiring investor yang bereaksi terhadap potensi pelemahan US Dollar dari berkurangnya sikap hawkish Fed yang menunjukkan bahwa tren kenaikan suku bunga hampir berakhir. Sementara itu, Menteri Keuangan Yellen baru-baru ini menyatakan bahwa jaminan FDIC untuk semua deposito yang tidak memungkinkan untuk diimplementasikan.

*   IHSG ditutup menguat 1,06% atau 71bsp ke level 6.762,25.

*   Rupiah ditutup menguat 1,24% atau 190bps ke level Rp15.155/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.345/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP