Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun rebound sekitar 11 bp ke level 3,69% setelah
penurunan 3 hari terbesarnya sejak 1987 seiring aksi realiasi profit oleh
investor. Menyusul kejatuhan beberapa bank, otoritas keuangan AS baru-baru ini
menyatakan bahwa akan menjamin semua simpanan nasabah akan aman dan akan
terlindungi sepenuhnya.
Tingkat
inflasi tahunan di AS melambat menjadi 6,0% yoy pada Februari 2023, merupakan
level terendahnya sejak September 2021, sejalan dengan perkiraan konsensus, dan
di bawah 6,4% yoy pada Januari 2023. Inflasi melambat tajam untuk harga energi
(5,2 % yoy vs. 8,7% yoy) dan harga bahan bakar minyak (9,2% yoy vs. 27,7% yoy).
Namun, Inflasi di AS masih 3x lipat di atas target Fed sebesar 2,0% yoy.
Inflasi
inti yang tidak termasuk harga makanan dan energi turun tipis menjadi 5,5% yoy
pada Februari 2023 dari 5,6% yoy pada Januari 2023. Secara bulanan, inflasi
inti naik tipis menjadi 0,5% MoM dari 0,4% MoM, sedikit di atas perkiraan
konsensus sebesar 0,4% MoM.
Harga
minyak Brent turun sekitar 4,0% menjadi USD77,7/barel, merupakan level
terendahnya sejak Desember 2021 seiring persediaan minyak AS yang meningkat
lebih tinggi dari perkiraan dan meningkatnya kekhawatiran terkait kesehatan
sistem keuangan yang lebih luas masih membebani pasar minyak global.
Kementerian
Perdagangan estimasikan surplus beras sekitar 9 juta ton, minyak goreng surplus
sekitar 352 ribu ton, dan daging sapi surplus sekitar 58 ribu ton menjelang
Ramadan dan Idul Fitri. Dengan pasokan pangan yang cukup tersebut diharapkan
tekanan inflasi ke depan akan tetap terkendali.
IHSG
ditutup melemah 0,21% atau 14bsp ke level 6.628,14.
Rupiah
ditutup menguat 0,13% atau 20bps ke level Rp15.365/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.385/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP