Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury 10-years melanjutkan tren penurunannya sekitar 12 bp ke level
3,58%, seiring konsensus yang merevisi turun ekspektasinya pada tingkat
terminal Fed Funds Rate (FFR). Selain itu, investor lebih agresif untuk
mengkoleksi aset safe-haven setelah kejatuhan Silicon Valley Bank.
Goldman
Sachs tidak lagi ekspektasikan Fed untuk menaikkan suku bunganya di Maret 2023,
menyusul kejatuhan Silicon Valley Bank. Namun, Goldman Sachs yang masih
ekspektasikan kenaikan sebesar 25 bp pada bulan Mei, Juni dan Juli,
mempertahankan ekspektasi tingkat terminal FFR mereka di level 5,25%-5,50%.
Ekspektasi
inflasi konsumen AS untuk tahun depan turun tajam menjadi 4,2% yoy pada
Februari 2023, terendah sejak Mei 2021, dan jauh di bawah 5,0% yoy pada Januari
2023. Sementara itu, ekspektasi inflasi untuk 3 tahun ke depan tetap tidak
berubah pada 2,7% yoy dan 2,6% yoy untuk 5 tahun ke depan.
Indeks
dolar melanjutkan penurunannya ke level 103,5 seiring kejatuhan SVB yang
menyebabkan spekulasi bahwa Fed akan mengambil langkah yang kurang agresif
untuk pengetatan kebijakan moneternya. Saat ini, investor menunggu data inflasi
AS yang dirilis malam ini untuk petunjuk lebih lanjut terkait prospek kenaikan
suku bunga Fed ke depan.
US
Signature Bank ditutup oleh regulator, beberapa hari setelah kejatuhan Silicon
Valley Bank (SVB). Regulator AS mengatakan otoritas negara harus turut
mengintervensi kejatuhan bank tersebut. Semua deposan SVB dan Signature Bank
akan dilindungi sepenuhnya, tetapi pemegang saham dan pemegang utang tanpa
jaminan tertentu tidak akan dilindungi.
IHSG
ditutup melemah 2,14% atau 145bsp ke level 6.641,81.
Rupiah
ditutup melemah 0,13% atau 20bps ke level Rp15.385/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.365/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP