Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun bergerak sideways di sekitar level 3,97%, seiring investor yang menantikan pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell pada pertengahan pekan ini serta rilis data pekerjaan AS pada akhir pekan ini yang akan memberikan sinyal lebih jelas terkait arah kebijakan moneter Fed ke depan.

*   Baru-baru ini, Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan bahwa suku bunga Fed harus tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama di tengah kekhawatiran tentang data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan kekhawatiran terkait ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut. Konsensus saat ini memperkirakan setidaknya Fed Funds Rate (FFR) akan berada di level 5,5% pada Juni 2023.

*   Pesanan baru untuk barang manufaktur AS turun sebesar 1,6% MoM pada Januari 2023, setelah kenaikan sebesar 1,7% MoM pada Desember 2022, masih lebih baik dari perkiraan konsensus yaitu penurunan sebesar 1,8% MoM. Secara tahunan, pesanan barang manufaktur AS meningkat 4,3% yoy pada Januari 2023.

*   Perdagangan ritel di Eropa naik sebesar 0,3% MoM pada Januari 2023, setelah penurunan sebesar 1,7% MoM pada Desember 2022 dan meleset dari ekspektasi konsensus yaitu pertumbuhan sebesar 1,0% MoM. Secara tahunan, penjualan ritel turun 2,3% yoy pada Januari 2023, ini merupakan tren penurunan selama empat bulan secara berturut-turut.

*   Menurut Bank Indonesia (BI), inflasi Indonesia akan tetap di atas level 5,0% yoy pada 1H23. Harga pangan terutama beras dan minyak goreng diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan mendatang seiring tingginya permintaan menjelang Ramadan pada akhir bulan ini dan Idul Fitri pada April 2023.

*   IHSG ditutup melemah 0,59% atau 40bsp ke level 6.766,76.

*   Rupiah ditutup melemah 0,36% atau 55bps ke level Rp15.350/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.295/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP