Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melemah terbatas ke level 3,93%, seiring respons
positif investor terhadap data pesanan barang tahan lama yang lebih rendah dari
perkiraan pada Januari 2023, yang mengindikasikan bahwa konsumen di AS cenderung
menahan belanja untuk barang-barang mahal dengan nilai pembelian yang tinggi.
Pesanan
barang tahan lama di AS (barang yang dimaksudkan untuk bertahan setidaknya tiga
tahun) turun 4,5% MoM pada Januari 2023, turun lebih rendah dari konsensus yang
memperkirakan penurunan sebesar 4,0% MoM dan berbalik arah dari kenaikan
sebesar 5,1% MoM pada Desember 2022.
Penjualan
rumah yang tertunda di AS secara tak terduga melonjak sebesar 8,1% MoM pada
Januari 2023, menyusul kenaikan 1,1% MoM pada Desember 2022 dan di atas
konsensus yang memperkirakan kenaikan sebesar 1,0% MoM. Secara tahunan,
penjualan turun 24,1% yoy.
Harga
batu bara turun lebih dari 5% ke bawah level USD200/ton, sementara harga minyak
WTI turun lebih dari 1% ke sekitar level USD75/barel di tengah berlanjutnya
kekhawatiran investor terkait lesunya permintaan yang didorong oleh potensi
resesi ke depan, yang lebih dominan daripada prospek pasokan komoditas global
yang lebih ketat.
Menteri
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimis pembahasan proposal
terkait bunga pinjaman sebesar 0% untuk UMKM dapat diselesaikan dalam waktu
satu bulan ke depan. Menteri BUMN menyatakan bahwa sektor UMKM berkontribusi
hingga 62,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan juga berkontribusi
hingga 97,2% dalam penyerapan tenaga kerja per 2022.
IHSG
ditutup melemah 0,17% atau 12bsp ke level 6.843,24.
Rupiah
ditutup menguat 0,13% atau 20bps ke level Rp15.250/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.270/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP