Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun turun ke level 3,92%, setelah risalah FOMC yang
mengungkapkan optimisme pejabat Fed bahwa inflasi AS berada di jalur penurunan
yang berkelanjutan ke level 2% yoy. Dalam tiga bulan terakhir, inflasi AS
menunjukkan progres penurunan yang cukup baik secara bulanan.
Menurut
risalah FOMC, hampir semua peserta FOMC setuju untuk menaikkan kisaran target
FFR sebesar 25 bp pada pertemuan kebijakan moneter pertama tahun 2023 merupakan
keputusan yang tepat, meskipun terdapat beberapa pejabat Fed yang menyarankan
untuk menaikkannya sebesar 50 bp.
Peserta
FOMC menyatakan bahwa data inflasi AS baru-baru ini menunjukkan penurunan yang
cukup baik secara bulanan, tetapi siklus kenaikan suku bunga yang sedang
berlangsung akan berlanjut hingga data ekonomi AS memberikan kepercayaan diri
yang kuat bagi Fed untuk menerapkan kebijakan pivotnya.
Baru-baru
ini, Putin menyampaikan peringatan nuklir ke negara-negara Barat atas Ukraina
dan mengabaikan perjanjian kontrol senjata nuklir secara bilateral. Putin juga
memperingatkan negara-negara Barat bahwa Rusia tidak dapat terkalahkan dalam
perang ini.
Rata-rata
suku bunga KPR AS untuk fixed-rate tenor 30-tahun meningkat sebesar 23 bp ke
level 6,62%, merupakan level tertingginya sejak pertengahan November 2022,
sejalan dengan kenaikan yield US Treasury di tengah ekspektasi bahwa kebijakan
moneter Fed yang ketat akan bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama.
IHSG
ditutup menguat 0,43% atau 29bps ke level 6.839,45.
Rupiah
ditutup menguat 0,08% atau 12bps ke level Rp15.190/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.202/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP