Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melonjak ke level tertingginya sejak November 2022
ke level 3,96%, seiring data PMI manufaktur yang lebih baik dari perkiraan
meningkatkan kekhawatiran investor untuk pengetatan kebijakan moneter Fed lebih
lanjut ke depan.
PMI
Manufaktur Global S&P untuk AS meningkat ke level 47,8 pada Februari 2023
dari level 46,9 pada Januari 2023, di atas perkiraan konsensus pada level 47,1.
Aktivitas manufaktur terus mengalami kontraksi di tengah lemahnya permintaan
konsumen menurun tajam akibat inflasi yang tinggi.
Penjualan
rumah bekas di AS turun 0,7% MoM menjadi 4,0 juta unit pada Januari 2023,
merupakan penurunan selama 12-bulan secara berturut-turut, sedikit lebih rendah
dari perkiraan konsensus sebesar 4,1 juta unit, dan ini merupakan level
terendahnya sejak Oktober 2010.
Indeks
dolar naik ke atas level 104 mendekati level tertingginya dalam enam minggu
terakhir, seiring konsensus yang saat ini ekspektasikan dengan probabilitas
sebesar 76% untuk Fed menaikkan suku bunganya sebesar 50 bp pada FOMC bulan
Maret, menurut CME Group's FedWatch tool.
Harga
gas global melanjutkan penurunannya ke level USD2,1/mmbtu, merupakan level
terendahnya sejak September 2020. Harga gas global turun hampir 10% pekan lalu,
dan turun lebih dari 45% sejak awal tahun, seiring cuaca yang lebih hangat dari
perkiraan pada musim dingin membuat permintaan pemanas ruangan berlanjut
melemah di tengah jumlah persediaan gas yang berada di atas level historisnya.
IHSG
ditutup melemah 0,92% atau 63bps ke level 6.809,97.
Rupiah
ditutup melemah 0,08% atau 12bps ke level Rp15.202/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.190/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP