Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun menguat terbatas ke level 3,68%, seiring investor
global yang mencoba untuk mencerna pidato Gubernur Fed Jerome Powell.
Sebenarnya, yield US Treasury sempat mengalami penurunan seiring Powell yang
mengindikasikan bahwa proses disinflasi sedang berlangsung, tetapi kemudian
berbalik arah setelah Powell mengindikasikan bahwa Fed mungkin masih perlu menaikkan
suku bunganya ke depan.
Ketua
Fed Jerome Powell menegaskan kembali bahwa proses disinflasi telah dimulai,
khususnya di sektor barang, dan bahwa Fed memiliki metode yang cukup bagus
untuk menurunkan inflasi ke target 2%. Namun, Powell memperingatkan bahwa jika
ternyata data ketenagakerjaan yang kuat masih terus berlanjut, maka kemungkinan
tingkat terminal Fed Funds Rate (FFR) akan lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Indeks
Optimisme Ekonomi IBD/TIPP di AS meningkat ke level tertingginya dalam 10-bulan
terakhir di level 45,1 pada Februari 2023, meningkat dari 42,3 pada Januari
2023, tetapi masih berada di area pesimistis. Data tersebut menunjukkan bahwa
terdapat lebih sedikit orang yang berpikir AS akan resesi tahun ini, dan
terjadi peningkatan yang signifikan jumlah orang yang percaya bahwa ekonomi AS
akan membaik ke depan.
The
Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan
ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,9% YoY pada 1Q23 (vs. 5,01% YoY in 4Q22) karena
beberapa alasan: (1) Belanja pemerintah relatif lambat di awal tahun tahun, (2)
Kenaikan harga beras, sehingga tidak terjangkau oleh konsumen, (3) Kinerja
ekspor yang mengalami penurunan.
Cadangan
devisa di Indonesia tumbuh menjadi USD139,4 miliar pada Januari 2023 dari
USD137,2 miliar pada Desember 2022. Ini merupakan jumlah cadangan devisa
terbesar sejak Februari 2022, didorong oleh peningkatan penerimaan pajak dan
jasa serta penerbitan global government bond.
IHSG
ditutup menguat terbatas 0,07% atau 5bps ke level 6.940,12.
Rupiah
ditutup menguat 0,30% atau 45bps ke level Rp15.100/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.145/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP