Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun konsolidasi di sekitar level sekitar 3,45%, mendekati level terendahnya pada September 2022, seiring meningkatnya kekhawatiran akan penurunan ekonomi yang tajam dan prospek Fed yang kurang agresif meningkatkan appetite investor terhadap surat utang pemerintah.

*   Aktivitas bisnis non-manufaktur ISM di AS turun ke level 54,7 pada Desember 2022 dari level 64,7 pada November 2022 dan di bawah perkiraan konsensus pada level 59,5. Ini merupakan level terendahnya sejak Mei 2022, memperburuk kekhawatiran bahwa ekonomi AS mungkin telah bergerak mendekati resesi.

*   Bank of Canada (BoC) menaikkan suku bunganya sebesar 25bp menjadi 4,5% pada pertemuan pertamanya di tahun 2023, sejalan dengan perkiraan konsensus dan memberikan sinyal akhir dari siklus pengetatan moneter yang agresif jika perkembangan ekonomi ke depan sejalan dengan pandangan BoC.

*   Aplikasi KPR di AS naik 7% pada pekan yang berakhir 20 Januari 2023, menyusul kenaikan sebesar 27,9% pada pekan sebelumnya. Aktivitas pembelian rumah tetap kuat, tetapi jika suku bunga terus turun dan harga rumah semakin murah, calon pembeli akan kembali ke pasar.

*   Tingkat inflasi tahunan Singapura turun menjadi 6,5% YoY pada Desember 2022 setelah terkonsolidasi pada 6,7% YoY selama dua bulan sebelumnya, sejalan dengan perkiraan konsensus sebesar 6,55% YoY dan merupakan tingkat inflasi terendah sejak Mei 2022.

*   IHSG ditutup melemah 0,20% atau 14bps ke level 6.860,85.

*   Rupiah ditutup menguat 0,11% atau 17bps ke level Rp14.948/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.965/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP