Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Indeks dolar melanjutkan tren penurunannya hingga di level 102,0 di tengah meningkatnya ekspektasi investor bahwa kenaikan suku bunga Fed akan naik dengan laju lebih lambat ke depan. Investor saat ini ekspektasikan dengan probabilitas lebih dari 90% bahwa Fed akan menaikan suku bunga sebesar 25bp pada awal Februari 2023.

*   Setelah re-opening aktivitas ekonomi China dan banyak kejutan data ekonomi positif selama beberapa pekan terakhir, para ekonom global meningkatkan ekspektasi mereka yang sebelumnya suram untuk ekonomi global. Baru-baru ini, Bank Barclays menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,2% pada tahun 2023, naik 0,5% dari perkiraan sebelumnya pada November 2022.

*   Bank sentral Jepang akan mengadakan pertemuan pekan ini di tengah melonjaknya yield obligasi pemerintah dan penguatan mata uang Yen, dengan sejumlah ekonom global ekspektasikan bahwa BoJ akan membatalkan kebijakan kontrol kurva yield seiring US dolar yang telah turun hampir 14% terhadap yen selama tiga bulan terakhir.

*   Harga minyak Brent terkonsolidasi di sekitar USD84/barel setelah menguat lebih dari 8% pekan lalu seiring re-opening China dari pembatasan Covid-19 meningkatkan ekspektasi akan peningkatan aktivitas dan mobilitas ekonomi, dengan konsensus yang memperkirakan permintaan minyak China kemungkinan akan mencapai rekor tertingginya tahun ini.

*   Menteri Keuangan optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai sebesar 5,2%–5,3% pada tahun 2022, dengan kemungkinan pertumbuhan sekitar 5,0% pada 4Q22. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa meskipun kondisi ekonomi global dan domestik masih penuh dengan ketidakpastian, namun terdapat secercah optimisme bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 4,5%-5,3% pada tahun 2023.

*   DJPPR memenangkan lelang SUN sebesar Rp23 triliun pada lelang hari ini sesuai target dengan nominal penawaran sebesar Rp59,05 triliun.

*   IHSG ditutup menguat 1,19% atau 79bps ke level 6.767,34. IHSG memperpanjang kenaikannya untuk hari ke-4 dengan ditutup naik 1,2%, mengungguli indeks regional. Transaksi pasar tercatat pada tingkat yang moderat dengan nama perbankan dan teknologi memimpin kenaikan pasar, BMRI +4,8%, BBNI +1,7%, GOTO +6,5%. Sementara itu, mata uang Rupiah melemah ke 15.165/USD untuk pertama kalinya setelah 5 hari berturut-turut menguat.

*   Rupiah ditutup melemah 0,80% atau 120bps ke level Rp15.165/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.045/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP