Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun naik sedikit lebih tinggi pada hari Jumat ke sekitar
level 3,87% seiring investor yang kembali memperhitungkan potensi tantangan
yang akan dihadapi pasar di tahun 2023. Ketidakpastian tentang resesi global
yang masih membayangi, tren inflasi tinggi yang masih terus berlanjut, dan
dampak faktor-faktor tersebut terhadap kebijakan Fed akan membebani optimisme
pelaku pasar di tahun 2023.
Kekhawatiran
akan inflasi yang tinggi memaksa Fed untuk menaikkan suku bunga dengan cepat. The
Fed menaikkan Fed-Funds Rate (FFR) secara kumulatif sebesar 4,25% pada tahun
2022, merupakan level tertingginya sejak tahun 1980, Fed ekspektasikan terminal
rate sekitar 5,10% dan tidak ada pemangkasan suku bunga pada tahun 2023.
Sementara itu, narasi di pasar, mulai berubah dari risiko inflasi dan
pengetatan moneter menjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kemungkinan
pivot kebijakan Fed pada tahun 2023.
Indeks
PMI manufaktur China turun ke level 47,0 pada Desember 2022 dari level 48,0
pada November 2022 mencerminkan aktivitas manufaktur China yang terus mengalami
kontraksi, di tengah penyebaran cepat infeksi Covid-19 yang menghambat
aktivitas produksi pabrik.
Indonesia
akan memperketat aturan ekspor CPO mulai 1 Januari 2023 yang memungkinkan lebih
sedikit ekspor CPO untuk setiap ton yang dijual di dalam negeri, seiring
pemerintah yang berupaya memastikan
pasokan dalam negeri yang cukup. Rasio DMO (Domestic Market Obligation)
diperketat menjadi 6x lipat dari jumlah volume penjualan domestik, turun dari
8x lipat sebelumnya.
Ini
akan menjadi pekan yang sibuk di AS dengan rilis data ekonomi penting seperti
laporan pasar tenaga kerja, risalah rapat FOMC, Indeks PMI manufaktur dan jasa
dan data lowongan pekerjaan. Di tempat lain, tingkat inflasi Desember 2022 akan
dirilis untuk Eropa dan Indonesia.
IHSG
ditutup menguat terbatas 0,01% atau 4bps ke level 6.850,98.
Rupiah
ditutup melemah terbatas 0,03% atau 5bps ke level Rp15.573/USD, dibandingkan dengan penutupan
sebelumnya di level Rp15.568/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP