Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Tekanan pasar global mulai mereda seiring pernyataan Presiden Fed St. Louis, James Bullard, yang meyakini bahwa perekonomian AS tetap kuat, kekhawatiran terhadap resesi AS dinilai berlebihan karena hingga saat ini masih terdapat uang tunai di masyarakat selama pandemi Covid-19.
Harga obligasi di pasar surat utang domestik bergerak sideways terbatas. Investor cenderung wait and see terhadap rilis data PCE inflasi AS bulan Mei 2022 di pekan ini.
Realisasi APBN sampai akhir Mei 2022 mencatat surplus Rp132,2 triliun (0,74% thd PDB). Realisasi pembiayaan utang tercapai sebesar Rp90,97 triliun (9,3% dari pagu APBN, yang terdiri dari SBN (Neto) sebesar Rp75,26 triliun dan realisasi pinjaman (Neto) sebesar Rp15,71 triliun). Realisasi pembelian BI melalui SKB I tahun 2022 sebesar Rp32,241 triliun, terdiri dari SUN SKB I Rp17,160 triliun dan SBSN SKB I sebesar Rp15,081 triliun.
Harga karet yang diperdagangkan di pasar Jepang berjangka tercatat JPY 259/kg, melonjak 2,01% dibandingkan pekan lalu. Hal ini tjd seiring dengan pernyataan Pemerintah Beijing yang akan mulai mengizinkan sekolah dasar dan menengah untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah serta Shanghai yang telah menyatakan kemenangan atas virus Covid-19 setelah melaporkan kasus lokal nol untuk pertama kalinya.
Ketegangan Geopolitik Rusia-Ukraina masih berlanjut. Dalam sanksi terbaru terhadap Rusia, para pemimpin G-7 (negara Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang) telah mengumumkan larangan impor emas Rusia dengan harapan akan semakin memukul ekonomi Rusia atas invasinya ke Ukraina. Sebagian besar ekspor Rusia dikirim ke negara-negara G-7 yang lebih dari 90% (hampir USD17 miliar) di ekspor ke Inggris. Selanjutnya, G-7 berencana melakukan pembatasan harga pada ekspor minyak untuk merugikan Rusia.
Nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp 14.800/USD, menguat 0,3% di pasar spot, dibandingkan dg penutupan pekan lalu di level Rp14.847/USD. Penguatan rupiah dinilai akibat koreksi pada dolar AS seiring kekhawatiran inflasi AS yang tinggi.
IHSG ditutup melemah 0,36% ke level 7.016 pada perdagangan hari ini. Penurunan terdalam terjadi pada sektor energi sebesar 1,35%. Sementara sektor yang menunjukkan penguatan diantaranya adalah sektor transportasi 5,0%, sektor infrastruktur 0,84%, sektor perindustrian 0,71%, sektor barang konsumer primer 0,39%, sektor properti dan real estate 0,31% serta sektor keuangan 0,30%. Untuk Indeks LQ45 tercatat melemah 0,80% ke level 1.010,736, JII (Jakarta Islamic Index) turun 0,51% ke level 587,963.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP