Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,60% di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap pergerakan inflasi yang sulit untuk diprediksi seiring data Produsen Price Index (PPI) menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Investor saat ini menantikan rilis data inflasi AS dan keputusan moneter Fed pekan ini.

*   Tingkat inflasi AS kemungkinan akan melambat selama lima bulan secara berturut-turut menjadi 7,3% YoY pada November 2022, yang merupakan level terendahnya sejak Desember 2021, dan lebih rendah dibandingkan dengan 7,7% YoY pada Oktober 2022. Lebih lanjut, ekspektasi inflasi AS untuk tahun depan turun menjadi 5,2% YoY per November 2022, dibandingkan dengan 5,9% YoY per Oktober 2022. Selain itu, ekspektasi inflasi tiga tahun dan lima tahun ke depan masing-masing turun menjadi 3,0% YoY dan 2,3% YoY.

*   Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing naik 1,58%, 1,43%, dan 1,26%, seiring investor yang bereaksi terhadap data positif terkait prospek tingkat inflasi AS untuk bulan November 2022, walaupun kemungkinan masih tinggi, tetapi berlanjut untuk melambat. Sementara itu, pelaku pasar saat ini memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunganya sebesar 50 bp pada pertemuan Desember dengan peluang sebesar 75%.

*   Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun ke level 119,1 pada November 2022 dari level 120,3 pada Oktober 2022, di tengah penurunan pendapatan masyarakat akibat kenaikan harga BBM bersubsidi dan penurunan ketersediaan lapangan pekerjaan.

*   Baru-baru ini, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pelonggaran kebijakan Covid-19 oleh China akan berarti peluang bagi negara Indonesia karena: (1) China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, (2) Wisatawan China memiliki jumlah kunjungan terbanyak ke pulau Bali setiap tahunnya, (3) China menduduki peringkat kedua dalam Foreign Direct Investment (FDI), dll.

*   IHSG ditutup menguat 1,13% atau 76bps ke level 6.810,32.

*   Rupiah ditutup melemah 0,19% atau 29bps ke level Rp15.657/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.628/USD.   



Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP