Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Inflasi produsen di AS naik 0,3% MoM pada November 2022, relatif tidak banyak berubah dibandingkan dengan inflasi produsen pada Oktober 2022 tetapi di atas perkiraan konsensus sebesar 0,2% MoM. Secara tahunan, inflasi produsen AS tumbuh 7,4% YoY pada November 2022 di atas ekspektasi konsensus sebesar 7,2% YoY.

*   Sentimen konsumen Universitas Michigan untuk AS secara tak terduga melonjak ke level 59,1 pada Desember 2022 dari level 56,8 pada November 2022, di atas perkiraan konsensus pada level 56,9. Ekspektasi inflasi untuk setahun ke depan turun ke level 4,6% YoY, merupakan level terendahnya sejak September 2021, sementara itu ekspektasi inflasi untuk lima tahun ke depan tetap stabil pada level 3,0% YoY.

*   Baru-baru ini, Arab Saudi mempertimbangkan untuk menerima mata uang Yuan China daripada mata uang Dolar AS untuk transaksi pembelian minyak oleh China di tengah menguatnya hubungan China-Arab Saudi seiring Arab Saudi yang merasa tidak puas atas kerjasamanya dengan AS akhir-akhir ini. Lebih lanjut, China menyatakan akan memperkuat kerja sama moneter dan kemitraan energi strategis dengan Arab Saudi ke depan.

*   Perekonomian Indonesia melanjutkan pemulihannya paska pandemi, tercermin dari meningkatnya mobilitas sosial menjelang liburan Natal dan Tahun Baru. Menurut Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, jumlah penumpang angkutan udara diprediksi akan mencapai 3,62 juta penumpang pada Desember 2022 atau tumbuh sebesar 52,7% YoY sementara tingkat pemesanan hotel sudah mencapai di atas 70%.

*   Pekan ini akan menjadi pekan yang sibuk di AS dengan keputusan suku bunga Fed dan laporan inflasi yang menjadi pusat perhatian utama investor. Selain itu, Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) akan mengadakan pertemuan kebijakan moneternya. Selanjutnya, investor juga akan menunggu data penjualan ritel dan produksi industri China. Terakhir, data PMI akan dirilis untuk ekonomi negara-negara maju seperti AS, Inggris, dan Kawasan Eropa.

*   IHSG ditutup menguat 0,29% atau 19bps ke level 6.734,45. IHSG menghentikan penurunan beruntun 7 hari saat aksi beli dimulai setelah jeda tengah hari. Saham berkapitalisasi besar dan saham batubara mendorong penguatan pasar sementara saham teknologi tetap turun. GOTO terus membebani sektor dan pasar. GOTO anjlok 6,5%, mencapai batas penurunan lainnya hari ini, EMTK anjlok 7% dan BUKA turun 1,5%. Sementara itu, nama-nama kapitalisasi besar rebound, BBCA naik 1,5%, BBRI naik 1% dan TLKM menutup hari itu 1,4% lebih tinggi, dan harga batubara semalam yang kuat memicu aliran pembelian ke nama-nama batubara, ADRO melonjak 3,3%, PTBA melonjak 5%, HRUM naik 2,3%, ITMG naik 1,7% dan BUMI menguat 2,3%.

*   Rupiah ditutup melemah 0,29% atau 45bps ke level Rp15.628/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.583/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP