Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun terkonsolidasi di sekitar level 3,50% seiring
laporan data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan konsensus memberi
ruang bagi Fed untuk memperketat kebijakan moneter ke depan. Laporan data
pekerjaan AS yang kuat menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS yang ketat akan
menjaga tekanan inflasi lebih lanjut pada ekonomi AS dalam jangka menengah.
Perekonomian
AS secara tak terduga menambahkan 263 ribu pekerjaan pada November 2022, di
atas perkiraan konsensus sebesar 200 ribu, tetapi di bawah 284 ribu pekerjaan
yang ditambahkan pada Oktober 2022. Ini merupakan level penambahan pekerjaan
terendah sejak April 2021, karena normalisasi pasar tenaga kerja setelah
pandemi. Tetap saja, ini data tersebut menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja
AS yang sehat dan kuat, dimana di atas tingkat rata-rata level pra-pandemi
dengan penambahan sebesar 150 ribu-200 ribu pekerjaan per bulan.
Tingkat
pengangguran di AS relatif tidak banyak berubah di level 3,7% pada November
2022 sejalan dengan ekspektasi konsensus dan tingkat pengangguran AS masih
berada di sekitar level terendahnya selama 29 bulan terakhir sebesar di 3,5%
pada September 2022. Tren tingkat pengangguran AS bergerak pada kisaran yang
terbatas antara 3,5% hingga 3,7% sejak Maret 2022.
Rupiah
menguat ke level IDR15.425/USD pada hari Jumat, melanjutkan kenaikan selama
tiga hari secara berturut-turut seiring depresiasi dolar AS terhadap mata uang
global di tengah sinyal yang lebih jelas dari Fed untuk menurunkan besaran
kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Desember. Sementara itu, Gubernur Bank
Indonesia (BI) Perry Warjiyo berkomitmen untuk mempertahankan strategi forward
looking dan front-loaded suku bunga BI untuk menopang pergerakan Rupiah ke
depan.
Di AS,
sorotan data ekonomi akan tertuju pada rilis data PMI Services, sentimen
konsumen Universitas Michigan, dan data Producer Prices Index (PPI).
Selanjutnya, investor juga akan menantikan keputusan suku bunga di Australia,
Kanada, Brasil, dan India serta rilis data inflasi untuk bulan November 2022
dari China, Brasil, Turki, Rusia, Filipina, Belanda, dan Meksiko. Terakhir,
rilis data perdagangan dari China, Kanada, dan AS semustinya memberikan
investor pandangan terkait kondisi permintaan barang secara global.
IHSG ditutup
melemah 0,46% atau 32bps ke level 6.987,33.
Rupiah
ditutup melemah 0,26% atau 40bps ke level Rp15.468/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.428/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP