Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun menguat ke sekitar level 3,75% di tengah meningkatnya kekhawatiran investor bahwa kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut akan mendorong ekonomi AS ke dalam resesi. Saat ini, investor sedang menantikan pidato Ketua Fed Jerome Powell di Brookings Institution sebagai petunjuk lebih lanjut terkait rencana kenaikan suku bunga Fed ke depan.

*   Meningkatnya ekspektasi investor bahwa protes anti-lockdown yang secara masif di kota-kota besar di China akan mendesak Presiden Xi Jinping untuk melonggarkan pembatasan Covid-19 yang akan menjadi katalis positif untuk pasar keuangan Asia dalam waktu dekat. Sementara itu, China Securities Regulatory Commission mengumumkan lima langkah dukungan untuk sektor properti, termasuk penghapusan larangan bagi pengembang properti untuk melakukan fundraising.

*   Inflasi Jerman turun ke level 10,0% YoY pada November 2022 dari level all-time-high sebesar 10,4% YoY pada Oktober 2022 dan di bawah proyeksi konsensus sebesar 10,4% YoY. Namun, inflasi tersebut masih jauh di atas target Bank Sentral Eropa sebesar 2,0% YoY, memberikan sinyal bahwa pengetatan moneter masih diperlukan untuk melawan inflasi yang tinggi.

*   Secara bulanan, inflasi headline Indonesia diperkirakan akan meningkat sebesar 0,16% MoM pada November 2022 seiring kenaikan harga bahan makanan menjelang musim tanam dan permintaan barang yang lebih tinggi menjelang liburan akhir tahun. Namun secara tahunan, konsensus proyeksikan inflasi November 2022 sebesar 5,50% YoY, turun dari 5,71% YoY pada Oktober 2022 dan relatif in-line dengan proyeksi inflasi oleh Bank Indonesia untuk full-year 2022 sebesar 5,60% YoY.

*   Menurut PEFINDO, penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp144,9 triliun per 10M22 atau tumbuh sebesar 28,2% YoY, sehingga total nilai obligasi korporasi yang beredar menjadi Rp520,5 triliun. Peningkatan penerbitan obligasi korporasi pada tahun ini didorong oleh dua faktor, yaitu: (1) Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat di tengah ketidakpastian global, dan (2) Kebutuhan refinancing utang jatuh tempo perusahaan, yang memiliki cost of fund lebih tinggi.

*   IHSG ditutup menguat 0,99% atau 69bps ke level 7.081,31.

*   Rupiah ditutup menguat terbatas 0,07% atau 11bps ke level Rp15.732/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.743/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP