Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Sebagian
besar pejabat Fed berencana untuk memperlambat laju kenaikan suku bunganya
segera seiring meningkatnya kekhawatiran pejabat Fed terkait dampak kenaikan
suku bunga yang agresif terhadap stabilitas keuangan dan ekonomi AS. Sebagian
besar investor telah ekspektasikan bahwa Fed akan memperlambat kebijakan
pengetatan moneternya ke depan, dan risalah FOMC telah mengkonfirmasi hal
tersebut.
Yield
US Treasury tenor 10-tahun melanjutkan tren penurunannya ke level 3,69%,
setelah risalah dari pertemuan FOMC November mengisyaratkan bahwa kenaikan suku
bunga Fed dengan besaran lebih kecil ke depan. Pelaku pasar memperkirakan Fed
akan menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 50 bp pada Desember 2022, setelah
empat bulan berturut-turut naik sebesar 75 bp.
Permintaan
durable goods di AS melonjak 1.0% MoM pada Oktober 2022, melanjutkan kenaikan
0,3% MoM pada September 2022 dan jauh di atas proyeksi konsensus sebesar 0,4%
MoM yang dipimpin oleh kenaikan permintaan peralatan transportasi dan pesawat
militer.
Fitch
Ratings memproyeksikan harga CPO global akan turun pada tahun 2023 karena
produksi CPO global yang meningkat. Harga CPO global diperkirakan berada pada
rata-rata harga RM3.200/ton pada tahun 2023, turun dari rata-rata harga
USD4.000/ton pada tahun 2022, karena meningkatnya pasokan minyak nabati setelah
iklim La-Nina tahun ini dan kelebihan persediaan CPO di Indonesia dan Malaysia.
Bank
Indonesia menyatakan bahwa pembelian Surat Berharga Negara (SBN) melalui Surat
Keputusan Bersama (SKB) I-III akan mencapai total Rp1.444 triliun hingga akhir
tahun ini, dengan kata lain sekitar Rp128,6 triliun masih tersedia untuk
melakukan pembelian SBN lebih lanjut hingga akhir tahun ini.
IHSG
ditutup menguat 0,37% atau 26bps ke level 7.080,52. IHSG melanjutkan
penguatannya sejalan dengan penguatan bursa global karena The Fed
mengisyaratkan perlambatan dalam hal kenaikan suku bunga. Indeks dengan cepat
menguat sejak bel pembukaan dan berhasil mempertahankan kinerja yang solid
sepanjang sesi didukung oleh bank-bank besar dan nama-nama properti yang
sensitif terhadap sentimen suku bunga. SMRA melonjak hampir 8%, BSDE menguat
3,8%, CTRA melonjak 4,6%, PWON melonjak 2,2% dan DMAS menutup hari itu 1,2%
lebih tinggi, BBCA naik 1,4%, BBRI naik 1,1%, dan BMRI menutup hari itu 0,3%
lebih tinggi.
Rupiah
ditutup menguat 0,15% atau 24bps ke level Rp15.664/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.688/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP