Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,77% sementara indeks dolar menguat ke sekitar level 107 setelah beberapa pejabat Fed menyatakan bahwa upaya pengetatan moneter sejauh ini hanya berdampak kecil pada inflasi AS. Sementara itu, ketahanan dari belanja konsumen AS di tengah tantangan ekonomi makro, menambah ketidakpastian terkait langkah Fed ke depan.

*   Baru-baru ini, Goldman Sachs menaikkan proyeksinya terkait puncak Fed Funds Rate (FFR) untuk tahun 2023. Goldman Sachs ekspektasikan adanya kenaikan FFR tambahan sebesar 125 bp ke depan menjadi 5,0%-5,25% dan tidak ada pemangkasan suku bunga sama sekali pada tahun 2023. Goldman Sachs saat ini ekspektasikan kenaikan suku bunga AS sebesar 50 bp pada Desember 2022 dan 25 bp pada bulan Februari, Maret, dan Mei 2023.

*   Harga minyak Brent anjlok sekitar 4% ke sekitar level USD89/barel, melanjutkan penurunan dari hari sebelumnya karena prospek permintaan yang melemah kembali menjadi kekhawatiran utama investor. Wabah virus korona varian baru di China memupus harapan terkait potensi berakhirnya kebijakan zero-Covid, sehingga menurunkan prospek permintaan minyak global ke depan.

*   Menurut CEO Citadel LLC (multinasional hedge fund AS), ekonomi AS akan segera memasuki resesi besar jika China menginvasi Taiwan karena AS berpotensi kehilangan akses ke industri semikonduktornya Taiwan. Saat ini AS sangat bergantung pada semikonduktor Taiwan karena AS tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk memproduksi semikonduktor sebanyak kebutuhan industri AS untuk menjalankan aktivitas ekonominya.

*   Baru-baru ini, Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 bp ke level 5.25% untuk menstabilkan rupiah meskipun tingkat inflasi yang lebih lemah dari perkiraan, dan sejalan dengan ekspektasi konsensus. Dengan momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat, Bank Indonesia memutuskan untuk melanjutkan pengetatan moneternya yang agresif untuk mempertahankan selisih yang sehat terhadap target Fed Fund Rate (FFR).

*   IHSG ditutup menguat 0,53% atau 37bps ke level 7.082,18.

*   Rupiah ditutup melemah 0,16% atau 25bps ke level Rp15.688/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.663/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP